Coming Up Sun 3:00 PM  AEST
Coming Up Live in 
Live
Indonesian radio

Polisi bentrok dengan demonstran penolak lockdown di Melbourne

Protesters at an anti-lockdown protest in Melbourne on 23 October. Source: AAP

Polisi menahan beberapa orang dan menggunakan semprotan merica pada aksi "Fredom Day" yang menarik 200 hingga 300 demonstran di Melbourne.

Polisi menangkap beberapa demonstran penolak lockdown, yang banyak di antaranya tidak memakai masker, saat demonstrasi yang tegang di Melbourne berlangsung tiga jam lebih.

Aksi "Freedom Day" yang dimulai di Shrine of Remembrance pada Jumat pukul 2 petang menyebar ke beberapa tempat di pusat kota, menyebabkan bentrokan yang agresif antara polisi dan demonstran lebih dari tiga jam.

Banyak demonstran yang meneriakkan "freedom" dan mendesak Menteri Utama Daniel Andrews untuk dipecat, tidak mengenakan masker.

Seorang fotografer AAP melaporkan polisi menggunakan semprotan cairan merica kepada demosnstran di monumen.

Demonstran merusak satu mobil polisi, merampas topi polisi dan menyalakan suar, sebut fotografer itu.

Satu kelompok terpisah di St Kilda Road dekat Arts Centre direkam oleh Nine News memukul kuda polisi di kepala dengan bendera mereka.

Protesters are seen during an anti-lockdown protest in Melbourne on 23 October.
Protesters are seen during an anti-lockdown protest in Melbourne on 23 October.
AAP

Jurnalis TV journalists mentweet mereka dilecehkan dan diteriaki oleh demonstran yang marah saat mereka mencoba berbicara di depan kamera.

Sejumlah orang mengenakan baju bertuliskan "Biarkan Victoria kerja", merujuk pada pembatasan yang masih diterapkan pada kebanyakan sektor industri.

Banyak dari mereka memegang plakat dengan slogan seperti "Media adalah virus", "COVID-19 adalah penipuan" dan "Bangkit Aussie".

Protesters are seen during an anti-lockdown protest in Melbourne on 23 October.
Protesters are seen during an anti-lockdown protest in Melbourne on 23 October.

Asisten Komisioner Kepolisian Victoria Luke Cornelius memperingatkan pada Kamis kalau pengunjuk rasa bisa melanggar undang-undang yang mengatur prilaku di monumen.

Undang-undang itu dikutip saat penangkapan, sebut fotografer AAP.

Saat aturan lockdown telah dilonggarkan pekan ini, orang Melbourne masih dapat bepergian tidak lebih dari 25 kilometer dari rumahnya, dan tidak diperbolehkan untuk menerima tamu di rumah mereka kecuali untuk pemberian perawatan.

Mereka juga bisa didenda jika berkumpul lebih dari 10 orang lebih dari dua rumah tangga, dan harus memakau masker dan juga menjaga jarak.

Police used pepper spray amid scuffles with demonstrators at an anti-lockdown protest in Melbourne.
Police used pepper spray amid scuffles with demonstrators at an anti-lockdown protest in Melbourne.
AAP

Ada beberapa bentrokan dan sejumlah penangkapan bulan lalu saat polisi membubarkan protesi di monumen. 

Websute untuk protes hari Jumat menyatakan: "Daniel Andrews harus mengundurkan diri dan lockdown harus berakhir. Kembalikan kebebasan kami sekarang."

Andrews pada Jumat pagi menganjurkan orang untuk tidak memakai monumen sebagai tempat protes.

"Protes tidak sesuai untuk melawan virus dan berpotensi menjadi risiko terhadap kerja bagus yang telah kita lakukan," kata dia.

Pemimpin Oposisi Michael O'Brien, yang mengadvokasi pelunakan pembatasan lebih cepat dari yang direncanakan Pemerintah Victoria, menganjurkan pengunjuk rasa untuk tidak melanggar aturan kesehatan publik.

Dan ia mengatakan monumen bukanlah tempat untuk protes karena itu tempat untuk And he said the Shrine was not the place to protest because it was a place of "menghormati" dan "pengorbanan".

Source AAP
This story is also available in other languages.
Show languages