Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

How Indonesian Language Assistant Program plays 'very important role' for Western Australia's education

BBI Perth.jpeg

Board members and volunteers at Balai Bahasa Indonesia Perth. Credit: Supplied/Sue Cooper

How government's annual Language Assistant Program benefits Indonesian language learners in Western Australian schools?


With a background in English education from a university in Jakarta, Wilfred Liauw participated in the Language Assistant Program (LAP) in Western Australia in 2011. The state Department of Education program aims to bring young Indonesians to Australia as language assistants, assisting teachers in teaching Indonesian in primary and secondary schools in Western Australia.

"I feel enriched in my teaching experience," said Liauw, revealing one of the many benefits he felt after participating in the year-long program.

Wilfred Liauw
Wilfred Liauw (C) with participants of Language Assistant Program WA 2026. Credit: Supplied/Sue Cooper

Balai Bahasa Indonesia Perth is a supporter of this annual program. Its chair, Sue Cooper, has been involved with the organisation since its inception in 2008.

Language Assistant plays a very important role in raising Australian children's awareness of Indonesia.
Sue Cooper - Chair, Balai Bahasa Indonesia Perth
Sue Cooper
Chair of Balai Bahasa Indonesia Perth, Sue Cooper. Credit: Supplied/Sue Cooper

Ms Cooper stated that while the number of students studying Indonesian in Australia is declining, this does not entirely reflect a loss of interest. Rather, she believes that with the right initiatives, interest can be revived. She cited the positive experiences of young Australians returning from study programs in Indonesia, which show a high level of enthusiasm for Indonesian culture.

What does the Language Assistant Program have to offer and how can you get involved? Listen to this podcast in full.

Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.
Follow us on Facebook and Instagram, and don't miss our podcasts.

Jadi saya berkesempatan untuk mendapat program Language Assistant Program ini di

tahun 2011. Eh, dan ketika itu saya selama satu semester pertama

ditempatkan di Geraldton, lalu di semester keduanya di, di Perth.

Itu tadi pendengar, Wilfred Liauw, yang pernah terlibat dalam Language Assistant

Program dari Departemen Pendidikan di Australia Barat. Apa yang kemudian menurut

Wilfred menjadi keuntungan dari keikutsertaannya dalam program tersebut?

Yang pertama sih untuk secara pribadi saya merasa saya lebih kaya pengalaman dalam

mengajar karena kembali lagi kan ke profesi saya yaitu guru atau ingin menjadi

guru. Jadi bagi saya pengalaman menjadi language assistant itu sangat bermanfaat

untuk, ee, meningkatkan kemampuan saya sendiri dalam hal, ee, belajar dan

mengajar. Tetapi keuntungan lain tentu saja saya dengan senang hati juga, ee,

memperkenalkan budaya Indonesia kepada, ee,

siswa-siswa di Australia.

Mungkin banyak dari mereka sudah tahu tentang Indonesia,

ee, tapi mereka belum pernah atau jarang atau bertemu dengan, ee, orang Indonesia,

ee, dan berkomunikasi dengan mereka.

Tidak hanya seperti seorang turis yang bertemu dengan orang Indonesia di

Indonesia, tetapi berkomunikasi dan mengenal budaya orang Indonesia langsung

dari Indonesia juga.

Terkait dengan Language Assistant Program ini pendengar, SBS Indonesian juga

berbincang dengan Ibu Sue Cooper yang pada saat ini menjabat sebagai ketua dari

-Balai Bahasa Indonesia Perth. -[outro suara] Kami adalah

organisasi yang, ee, berkaitan dengan pembelajaran bahasa Indonesia dan ba, ee,

budaya Indonesia di Perth dan kami juga ada beberapa proyek misalnya Language

Assistant Program dan proyek lain. Kami mengajar bahasa Indonesia untuk orang

dewasa sebenarnya.

Kalau bicara tentang Language Assistant Program WA ini, sebenarnya peran Balai

Bahasa Indonesia Perth ini sebagai apa Ibu?

Nah, peran Balai Bahasa Perth adalah sebagai, ee, lembaga ahli yang bisa

membantu Departemen Pendidikan Australia Barat karena mereka yang punya programnya

sebenarnya, tetapi Balai Bahasa perannya adalah, ee, mengumumkan programnya,

mengumpulkan semua lamaran, semua pendaftaran dari orang yang tertarik dan,

ee, ingin menjadi language assistant, dan juga memilih yang paling luar biasa

untuk dikirim ke Departemen Pendidikan di Australia Barat. Dan sesudah

itu Departemen Pendidikan yang mengurus semua prosesnya untuk mengadakan visa,

mengadakan perjalanan dan, dan me-mendatangkan orang-orang itu ke

Australia Barat.

Boleh berarti dibagikan Ibu ini program Language Assistant ini untuk Western

Australia seperti apa dan siapa yang dicari sasarannya, Ibu?

Ya, program itu dimulai kira-kira

tahun 2008 dan sasarannya adalah untuk membawa orang muda

Indonesia ke, ke Australia Barat untuk mendukung, ee, guru bahasa

Indonesia di ruang kelas. Dianggap agak penting karena di Australia pada

umumnya anak-anak tidak punya pengalaman, ee, bertemu dengan orang Indonesia

walaupun sudah belajar bahasa Indonesia. Jadi, ee, kalau orang muda itu lebih dekat

dengan umurnya di sekolah dan mereka bisa membawa kesan yang sangat

otentis ke ruang kelas, setiap ruang kelas, dan juga mendukung guru yang

mungkin... Di Australia kami punya guru yang tidak latar belakang Indonesia dan

juga yang orang Indonesia asli,

tetapi sangat sulit ya me-mengurus, ee, pelajaran tanpa, tanpa

masukan otentis itu. Jadi me-- language assistant itu main peran yang sangat

penting untuk, ee,

membangkit kesadaran anak-anak Australia mengenai Indonesia.

Dan kalau bicara tentang ruang kelas ini berarti untuk pendidikan kelas secondary

-ya, Bu, atau primary juga? -Primary juga ya, primary dan secondary.

Biasanya kalau, ee, language assistant datang mereka ditempatkan di beberapa

sekolah, tidak hanya satu sekolah. Jadi bisa dari SD mungkin dua hari di satu

SD, dua, dan tiga atau dua atau tiga hari di SMP, SMA.

Wah, dan ini ada berapa banyak orang yang disasar oleh Departemen Pendidikan, Ibu?

Ya, itu tergantung dari sekolah sebenarnya. Pada awal program ini, kami

membawa setiap tahun empat orang

karena ada banyak minat dari sekolah di Australia Barat. Sekarang iniProgramnya

sedikit menurun. Jadi tahun ini hanya dua orang dan kami juga,

ee, ada satu orang yang sudah tinggal di Australia menjadi language assistant. Jadi

dari Indonesia itu hanya dua orang tahun ini. Ya, menjadi sangat kompetitif, Bu,

karena, ee, biasanya pendaftarannya bisa sampai seratus satu lima-limapuluh orang

-[tertawa] -Ya.

Dan kami selalu mendapat permintaan kapan itu akan dibuka, ya, bisa saya

melamar, ya seperti itu, ya. Banyak orang yang, yang berminat.

Jadi, ee, itu kan agak sulit, ya, karena kami tahu mereka ingin, ee, ada banyak

orang muda yang sangat, sangat cakap dan mampu yang pasti memberikan,

ee, sesuatu yang sangat berharga di sini. Tetapi kami sedikit terbatas ya, ee,

-dengan, ee, jumlah yang bisa dipilih. -Ee, Ibu tadi dua orang itu pada tahun ini,

berarti 2026 ya, Ibu. Untuk tahun depan, apakah ada informasi butuh berapa, Ibu?

Belum ada, karena itu, ee, tergantung dari jumlah sekolah yang minta language

assistant. Jadi ada proses, ee, permintaan expression of interest, ya.

Ee, dan sekolah-sekolah masing-masing, ee, akan melamar ke Departemen Pendidikan

untuk minta satu asisten.

Tetapi tergantung, ya, karena sebenarnya sekarang ini sekolah harus membayar lima

puluh persen dari, ee, biayanya. Jadi mungkin untuk beberapa sekolah itu terlalu

banyak,

ya. Ee, jadi tergantung sekali. Kami akan tahu jumlah itu pada bulan Mei. Ada

hasil dari, ee,

-per-- pendaftaran sekolah di program ini. -Ada latar belakang tertentu yang dicari

atau sebagai native Indonesia saja tanda kutip sudah cukup begitu, Ibu?

Kami, kami terpaksa mem-membuat beberapa persyaratan yang agak keren ya, karena

untuk masuk ke kelas kita perlu, ee, orang muda. Jadi, ee, orang itu tidak

boleh lebih-- berumur lebih dari tiga puluh satu tahun pada akhir

tahun di Perth, ya. Jadi mereka harus, ee, di bawah tiga puluh tahun,

juga harus punya S1,

ee, di bidang pendidikan khususnya bahasa, ya bahasa Inggris atau bahasa Indonesia,

tetapi tidak wajib itu.

Mereka harus, ee,

tidak boleh punya banyak pengalaman mengajar di Indonesia. Dan alasannya

itu adalah karena visanya. Visanya namanya Special Program Visa

dan itu khusus untuk language assistant dan bukan untuk guru bahasa.

Jadi kalau lebih dari dua,

mm, dua tahun pengalaman mengajar di Indonesia mungkin akan ditolak dapat visa

itu.

Nah, ketiga persyaratan itu yang paling, yang paling utama, tetapi ada beberapa

yang lain yang membantu kami untuk memilih orang yang cocok, misalnya

kreativitasnya, kemampuan bahasa Inggrisnya, pikiran tentang

bagaimana mendukung guru di ruang kelas di Australia dan, dan

lain-lain, ya. Jadi di, ee, formulir pendaftaran mereka harus mem-mengirim

video dari diri sendiri me-memperkenalkan diri kepada sebuah kelas,

ee, anak Ind-- anak Australia dan mereka harus menulis jawaban yang cukup lama

tentang bagaimana mereka akan bekerja sama dengan guru di sini, membagikan

ba-bahasa dan budaya Indonesia

-dan lain-lain begitu, Bu. -Dan mereka akan tinggal di WA ini selama

-berapa waktu, Ibu? -Ee, selama, selama setahun, satu tahun

dan, ee, mereka akan dapat gaji seperti, ee,

language-- seperti education assistant, itu gaji yang resmi di Australia Barat.

Jadi mereka harus cari akomodasi sendiri, harus cari transportasi sendiri seperti

itu. Tapi mereka juga diberikan banyak bantuan

dari Departemen Pendidikan di sini.

Ibu, kalau tadi disebut bahwa ini juga akan masuk ke sekolah dasar, ke primary

school, berarti di Western Australia ini juga banyak sekolah dasar

yang punya kelas bahasa Indonesia, Ibu?

Ya, betul, Bu. Betul, ada banyak.

Ee, mungkin, ee, sekolah dasar punya, ee, tidak punya cukup dana, ya. Itu mungkin

masalah yang terbesar, yang, ee, mungkin mereka tidak bisa dapat language

assistant. Tetapi ya, jauh lebih banyak SD daripada SMP, SMA yang mengajar

bahasa Indonesia. Betul.

Ibu, ini kan pembahasannya beberapa tahun terakhir selalu bahwa minat belajar bahasa

Indonesia itu menurun begitu, ya. Apakah Ibu Sue Cooper merasa demikian situasinya

-di Australia Barat, Ibu? -Iya, tetapi saya pikir, ee, itu sedikit

-tidak akurat bahwa, ee, minatnya menurun. -Ya.

Ee, sebenarnya jumlah, ya tentu saja jumlah, ee, siswa dan

ma-mahasiswa menurun, tetapi itu karena alasan lain. Itu

karena mungkin kekurangan guru,

itu karena pembelajaran bahasa di sekolah itu tidak wajib ya

sesudah kelas delapan. Dan

i-i-itu sistem sekolah yang mungkin mencegah, ee, ee, proses

yangMungkin bisa membangkitkan minat itu. Dan saya, saya pasti,

saya yakin bahwa minatnya bisa dibangkit lagi tetapi situasinya harus

berubah. Em, itu ya jadi bukan minatnya, Bu, karena, em, saya

melihat banyak mahasiswa yang kembali dari ACICIS misalnya program ACICIS mereka

belajar sebagian dari S1-nya di Indonesia,

mereka kembali ke Australia mereka sangat antusias, sangat bersemangat untuk

Indonesia karena

m-karena minatnya sudah di,

[tertawa] dibangkitnya sudah dinyalakan itu.

Oke, jadi harusnya ada hal-hal lain yang dilakukan untuk memupuk munculnya

ketertarikan akan bahasa Indonesia ini begitu ya, Ibu?

Betul, Ibu, betul. Kami memerlukan banyak,

uh, banyak inisiatif dan khususnya dari, dari pemerintah yang bisa membantu dengan

dana karena sebelumnya mungkin Ibu tahu pada tahun 90-an

dan juga 2000-an, ee, ada dana dari pemerintah Australia yang mendukung

pembelajaran bahasa Indonesia, ba-bahasa Asia sebenarnya. Tetapi pada waktu itu,

ee, minat

terhadap bahasa Indonesia, ee, naik, naik

secara signifikan, ya.

Dan sesudah dana itu selesai, sudah turun lagi.

Jadi sekarang itu di mungkin di, ee, tempat yang paling bawah. [tertawa] Kami

berharap dari sini akan naik lagi.

Kalau Ibu Sue melihat berarti Language Assistant Program ini sudah berjalan sejak

2008 berarti menandakan bahwa pemerintah sebenarnya ada perhatian juga begitu, Ibu?

Oh ya sebenarnya ada tetapi, ee, saya kira

ada beberapa perbatasan di

setiap pa-- Department Pendidikan juga karena mereka ti-tidak bisa mengutamakan

bahasa dengan dana yang diperlukan dengan i-itu,

ya mereka harus memberikan, ee, apa dukungan yang sama dengan semua bidang

yang lain di misalnya matematika, sos-sosial, dan semua,

ee, mata pelajaran sekolah ya, ya yang harus didukung juga dan program lain juga.

Jadi bahasa itu [menghela napas] memang perlu, perlu dana yang khusus.

Ya, situasi di Australia agak lain karena di sini,

ee, persepsi tentang negara-negara lain itu tidak seperti di Asia. Kami tidak

punya perbatasan dengan negara-negara lain. Jadi bahasa Inggris juga, ee, bahasa

global ya. Jadi di sini kami bisa dengan bahasa Inggris saja.

Ee, ya kehidupan sehari-hari bisa dilakukan dengan pakai bahasa Indo--

Inggris saja. Jadi kita harus bekerja lebih keras daripada negara-negara lain

mungkin untuk mem-membangkit, ee, minat dalam bahasa lain, ee, termasuk bahasa

-Indonesia. -Right. Tapi tentu untuk mereka yang

berminat dengan Language Assistant Program ini bisa mengetahui informasi lebih

lanjut melalui websitenya Balai Bahasa Indonesia Perth ya, Bu?

Ya, ya ada di website Balai Bahasa Indonesia Perth ada halaman dengan

in-informasi yang lanjut, ee, lanjut dan, ee, ada juga link untuk, ee, pendaftaran

juga. Jadi harus cari di website kami, ee, dan cari halaman News and

Events

dan di halaman itu ada link untuk Language Assistant Program.

END OF TRANSCRIPT

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now