Watch FIFA World Cup 2026™ LIVE, FREE and EXCLUSIVE

'Influence the world with faith': Catholic leader's Easter call amid global turmoil

Easter and Holy Week

How Catholic church celebrates Holy Week amidst world's turmoil. Credit: Imgorthand/Getty Images

Striving for the world peace is the focus of Catholic Church in this year's Easter celebration. How does this manifest itself for the wider community?


We may not be able to influence the whole world, but the small things we do have an impact too.
Fr Aloysius Lamere MSC

Fr Aloysius Lamere MSC is the Parish Priest of St Thomas The Apostle Church in Melbourne. He shared his unique experience as a priest originally from Indonesia serving the local community in Australia, especially given the strong secularisation of the country.

Father Alo — as he is usually refer to — also spoke to SBS Indonesian about the church's focus for Easter this year. He emphasised the importance of prayer and small actions we can take to promote peace around us.

Fr Aloysius Lamere
Parish Priest of St Thomas The Apostle in Victoria's Blackburn Fr Aloysius Lamere MSC. Credit: Supplied/Fr Aloysius Lamere MSC

"It's quite difficult for us to face the world at war like this," Father Alo said. "But we continue to raise our moral voice for world peace, through our prayers as one of the ways."

Listen to the full interview.

Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.
Follow us on Facebook and Instagram, and don't miss our podcasts.

Bergabung bersama dengan kita pada saat ini ada Romo Aloysius Lamere MSC

-dari Melbourne. Apa kabar, Romo? -Baik, puji Tuhan. Baik, baik. Terima

-kasih. -Biasanya ketemu Romo Alo ini... Saya

panggilnya Romo Alo, Pendengar. Beberapa umat juga yang mengenal beliau atau

biasanya mengikuti misa beliau juga memanggilnya Romo Alo. Kalau di Melbourne,

dipanggilnya apa biasanya?

-Iya, Romo Alo juga. -Romo Alo juga.

Karena dulu sempat di Sydney bertugasnya, betul ya, Mo?

Iya, saya pernah tugas di Sydney, di Kensington.

Dan kemudian sekarang menjadi Pastor Paroki di St. Thomas the Apostle di

-Blackburn, Victoria, demikian? -Ya, di Blackburn, Victoria.

Dari tahun kapan, Romo, kalau ingat?

Saya masuk ke sini tahun 2021, pas COVID itu saya masuk ke sini.

Jadi sekarang tahun keenam saya di paroki ini.

Lebih lama mana kalau dibandingkan dengan pada saat di Kensington, di Sydney?

Oh, saya di Kensington delapan tahun. Ya,

sebenarnya

tiap periode kan tiga tahun.

Nah, saya enam tahun di sana, kemudian diperpanjang lagi

untuk periode ketiga, tapi periode kedua-- ketiga itu dua tahun saya sudah diminta

untuk pindah ke sini karena dibutuhkan di sini.

Apakah nanti ini juga akan ada periode ketiga untuk Romo di Blackburn?

Itu saya belum tahu. Kita masih, eh, lihat lagi, tapi yang pasti akhir tahun ini

periode kedua saya selesai di Blackburn dan nanti kita lihat lagi bagaimana

perkembangannya kemudian.

Right. Romo, ini kan saya mengganggu Romo untuk meminta, eh, waktunya ngobrol

tentang Paskah, tapi sebelum itu, Romo, karena

saya tertarik juga dengan, eh, Romo Alo yang seorang Indonesian, punya latar

belakang Indonesia begitu, tapi menjadi Pastor Paroki gereja lokal di Australia

begitu ya, Romo. Ini ada tantangan tersendiri tidak sih, Mo?

Ya tentu saja ada tantangannya karena kita dibesarkan dalam kebudayaan yang berbeda

dengan kebudayaan di Australi.

Apalagi kita di Indonesia itu stra-- secara tradisional,

gereja itu, eh, bertumbuh dengan sangat bagus.

Eh, biarpun kita minoritas di Indonesia, tetapi kita itu bertumbuh dengan sangat

bagus. Kalau di Australi tantangannya berbeda lagi. Tantangannya itu

sekularisasi yang begitu kuat di Australi sebenarnya. Kebudayaan, tapi untunglah

bahwa dulu saya bekerja dengan para pastor Australi di Pasifik, di Kiribati maupun

di Fiji, sehingga saya terbiasa dengan cara kerja mereka, sehingga untuk

penyesuaian budaya saya tidak mengalami banyak kesulitan, tetapi penyesuaian

dengan itu,

eh, kebudayaan baru dalam arti, apa namanya, sekularisasi itu begitu kuat yang

kita perlu untuk humble, tapi juga we need to be strong gitu loh.

Suka sebal gemas mungkin dari yang sederhana saja, seperti misalnya cara

berpakaian ke gereja mungkin atau cara mereka ikut bernyanyi atau enggak ikut

bernyanyi begitu?

Ya, secara partisipasi orang Indonesia begitu aktif berpartisipasi dalam gereja.

Maka pengalaman saya di Sydney waktu itu,

eh, punya, eh, empat puluh persen orang Indonesia di paroki itu sangat bagus

karena gereja aktif, gereja hidup. Tetapi orang, eh, sini juga, orang lokal juga

hidup dalam, eh, kre-- eh, punya sumbangan yang lain bagi gereja. Mereka mungkin

tidak secara aktif itu, eh, di dalam bidang liturgi, tetapi mereka aktif dalam

hal sosial, kemasyarakatan, dan kita perlu balance antara dua ini, kehidupan liturgi

maupun kehidupan sosial. Dan orang Australi sangat, sangat baik dalam hal

kehidupan sosial, charitable work, charity itu mereka sangat kuat. Jadi kita

-balance-nya bagus. -Right. Dan kalau untuk paroki yang

sekarang, Romo, apakah juga banyak, eh, mereka warga atau umatnya yang berlatar

-belakang Asia mungkin? -Eh, tidak di sini. Di Melbourne, di

Blackburn di mana saya, eh, sebagai Pastor Paroki ini sembilan puluh lima persen itu

orang lokal, orang, eh, Australi.

Untunglah bahwa saya tidak mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan

mereka.

Eh, tetapi mereka itu, eh, tinggal di sini sudah puluhan tahun, sehingga jadi

ownership, eh, terhadap gereja itu begitu kuat, sehingga mereka merasa memiliki,

sehingga, eh, tidak ada kesulitan banyak ketika mereka diminta untuk

berpartisipasi, karena mereka me-merasa memiliki paroki ini, sehingga

-partisipasinya sangat bagus juga. -Kita beralih ke tema Paskah, Romo. Ini

apakah dari Gereja Katolik sendiri ada pesan Paskah khusus begitu untuk tahun

2026 ini, Romo?

Iya, khusus Paskah tahun ini karena kita melihat keadaan dunia yang kurang baik,

jadi fokus kita itu pada perdamaian dunia.

Jadi kita dalam doa-doa kita, persiapan kita untuk masa, eh, Paskah ini, menyambut

Paskah, kita fokus berdoa untuk perdamaian dunia.

Dan kemarin kita,

eh, ada Lenten Lecture atau seminar tentang public theology. Kita

berbicara mengenai bagaimana kita itu mempengaruhi dunia dengan, dengan iman

kita.

Ya, salah satunya dengan doa. Memang

agak sulit juga untuk kita menghadapi keadaan dunia yang perang seperti ini,

tapi kita terus-menerus menyuarakan suara moral untuk perdamaian dunia, salah

satunya dengan doa kita.

Pesan yang baik, Romo. Tapi kalau dari sisi umat begitu ya, masyarakat, agak

sulit mungkin. Maksudnya ketika kita menggembar-gemborkan tentang perdamaian,

kita berdamai dengan tetangga kita begitu ya, tapi kemudian secara negara misalnya

bertengkar dengan tetangganya jauh begitu ya misalnya, itu

kemudian signifikansinya apa? Ngapain saya melakukan perdamaian ini gitu, gimana

Romo?

Kita mulai dari hal-hal kecil. Memang tidak gampang bahwa kita itu mempengaruhi

dunia dengan,

eh, pengaruh yang besar, tetapi pengaruh kecil itu akan bermanfaat juga untuk

orang-orang kita untuk bersuaraKita tidak bisa mempengaruhi seluruh dunia, tapi

pengaruh kita dalam kehidupan sosial kita

itu sedikit banyak, eh, menyuarakan ke-- suara kenabian ke dalam dunia itu. Karena

Yesus mengatakan bahwa biji yang jatuh di tanah tidak mati maka tinggal sebiji saja.

Jadi biji yang kecil bisa menghasilkan buah kalau kita mau untuk rela untuk

menyewa-- nyuarakan itu biarpun mungkin tidak didengar begitu banyak orang.

Pertama kita berdoa, yang kedua itu bagaimana kita hidup dengan berdamai

dengan orang lain di sekitar kita. Rasism harus ditinggalkan, lalu kemudian

diskriminasi harus ditinggalkan,

eh, eh, promoting peace dalam kehidupan, eh, berbangsa kita di sini. Tetapi juga

saya punya umat yang, yang secara vokal dan secara rutin mengirim, apa namanya,

surat, surat ke parlemen,

oh, untuk menyuarakan tentang kedamaian ini dan banyak yang sangat vokal untuk,

eh, mengirim surat ke Perdana Menteri untuk menyuarakan tentang perdamaian ini.

Saya enggak tahu apakah itu Perdana Menterinya act on it or not, tapi bahwa

kita punya orang-orang yang berani untuk mengirim surat untuk menyuarakan

-perdamaian itu ada, gitu. -Dan kalau di Katolik kan juga ada misalnya

pemahaman semacam kalau ditampar pipi kiri, berikan pipi kanan gitu ya atau

sebaliknya misalnya Romo. Maaf kalau saya salah meng-quote-nya. Tapi, em, apakah

dengan hal-hal semacam ini membuat kita itu lebih pasif begitu, Romo?

Eh, kalau bilang pasif juga tidak, karena kita a-aktif untuk berdoa. Kita aktif juga

untuk menciptakan keadaan aman di masyarakat kita. Kita aktif, aktif juga

menyuarakan perdamaian dengan cara kita yang paling sederhana dengan mengirim

surat kepada itu parlemen. Itu sebenarnya hal yang kita tidak dipandang, banyak

orang tidak memandang itu, tapi cukup mempengaruhi karena mereka yang di

parlemen itu ada ketakutan juga kalau mereka tidak menyuarakan itu, maka

posisinya terancam juga ketika ada pemilihan. Memang kita bukan untuk

mengancam mereka dengan itu, tapi kita secara moral mau menyuarakan itu. Kita

memang tidak bisa mempengaruhi seluruh dunia, tetapi hal kecil yang kita lakukan

punya dampak juga.

Romo mungkin bisa sampaikan selamat Paskah atau pesan Paskahnya kepada para

pendengar SBS Indonesian yang saat ini juga bergabung dengan kita. Boleh, Romo?

Oke, dari Down Under atau di Australia, saya mengucapkan selamat Paskah kepada

para pendengar

dan semoga Paskah tahun ini sebagaimana Yesus mencurahkan hatinya untuk

keselamatan dunia, kita juga berusaha untuk sama seperti Yesus memberikan diri

untuk membangun perdamaian dunia. Dengan cara kita yang kecil, kita bisa

mempengaruhi dunia.

Eh, ada pepatah dari China itu, eh, seribu langkah perlu dimulai dengan langkah

pertama. Tanpa langkah pertama, seribu langkah tidak pernah akan terjadi. Selamat

Paskah.

Romo Aloysius Lamere MSC, terima kasih sudah bergabung bersama SBS Indonesian.

Terima kasih.

END OF TRANSCRIPT

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now