Inspiration: Consistency is key, Helena Anggraeni receives AII Language Teaching Award 2025

Helena Anggraeni

Helena Anggraeni received AII Language Teaching Award 2025 of which recognising excellence in Indonesian language teaching. Credit: Supplied/Helena Anggraeni

Helena Anggraeni, a teacher in Victoria, was the recipient of an Indonesian language teaching award from the Australian government.


The Australia-Indonesia Institute (AII) Indonesian Studies Awards from the Australian government celebrates "outstanding individual achievements in strengthening Indonesian language and cultural education in Australia". There are three categories for this award: the Language Teaching Award, the Studies and Cultural Leadership Award and the Distinguished Service Award.

Helena Anggraeni, Indonesian language teacher at Victoria's Dromana Secondary College, was one of the recipients of this year's award. She received the AII Language Teaching Award which recognises excellence in Indonesian language teaching.

Ms Anggraeni said that her consistency in delivering lessons in a unique and unconventional way was most likely be the key to her win in this category.
WhatsApp Image 2025-12-14 at 09.44.21.jpeg
Helena Anggraeni (second from right) received this year's Language Teaching Award from Australian government of which recognises excellence in Indonesian language teaching. Credit: Supplied/Helena Anggraeni
"I involve the children in many extracurricular activities, including music, Model UN in Indonesian, excursions and I often apply for grants to support schools surrounding my school," she told SBS Indonesian.

In a previous interview with SBS Indonesian, Ms Anggraeni also shared how she strives to make language learning as "close as possible" to her students to ensure her teaching is relevant and that students can understand the material more easily.
Listen to the full podcast.

Listen to SBS Indonesian on Mondays, Wednesdays, Fridays and Sundays at 3pm.
Follow us on Facebook and Instagram, and don't miss our podcasts.

Helena Anggraeni, pendengar, adalah seorang guru bahasa Indonesia di Dromana

Secondary College di Victoria. Beberapa saat lalu, SBS Indonesian berbincang

dengan beliau mengenai bagaimana pembelajaran bahasa Indonesia bisa dibuat

sedekat mungkin dengan para murid di Australia. Telah menjadi pendidik bahasa

Indonesia di Victoria sejak tahun 2008, p ada tahun ini Ibu Helena Anggraini

menerima penghargaan dari pemerintah Australia. Beliau membagikan ceritanya

kepada SBS Indonesian berikut ini.

Ya. Dengar-dengar baru balik dari Canberra ada acara apa?

Jadi saya baru saja menerima penghargaan dari Australian Indonesian Institute

Excellence Teaching Award, ya. Jadi, uh, ya sangat tersentuh untuk mendapat

penghargaan ini. Prosesnya itu adalah saya dinominasikan oleh seorang, uh, teman

kerja, ya. Lalu teman kerja saya juga harus mengikutsertakan referensi. Nah, dia

memutuskan untuk minta murid-murid saya kelas dua belas itu untuk menulis

referensinya. Dan

dari apa yang mereka tulis dengan semua yang mereka tulis tentang saya dan tentang

apa yang saya sudah capai

dalam hal mengajar ya. Itu saya dipilih untuk menjadi salah satu dari pemenang di

Australia untuk guru tahun 2025 ini. Jadi, ya, saya baru diberitahu tiga

minggu sebelumnya. Lalu, ya, terkejut sekali.

Tapi kalau Bu Helena bisa mengira-ira sendiri, kira-kira apa nih yang membuat

-nilai tambah, begitu? -Emm, mungkin

konsistensi dalam menyampaikan pelajaran dengan cara berbeda ya.

Karena saya juga banyak melibatkan murid-murid ke acara di luar sekolah,

misalnya lewat musik, lewat

ikut acara model UN Indonesia dalam bahasa Indonesia,

Excursion, juga saya sering apply grant ya. Grant itu kayak uang dari pemerintah

untuk, eh, membantu sekolah-sekolah di sekitar sekolah saya.

Hal-hal seperti itu yang

sepertinya yang di luar, eh, pengajar umumnya. Jadi yang ekstra ya.

Kegiatan ekstra yang saya lakukan di luar mengajar di sekolah.

Iya dan ketika mengetahui bahwa ibu yang terpilih untuk mendapatkan penghargaan ini

tahun ini, Ibu sendiri bagaimana kemudian juga anak didik, sekolah, kolega,

-bagaimana Ibu? -Oh saya nangis Bu.

Oh terharu sekali.

Tidak ini ya, tidak disangka ya. Saya tahu sih saya jauh dari sempurna. Banyak

orang, banyak guru-guru yang lebih hebat daripada saya. Cuman hanya saja kalau

diakui, ya, di-dia, we being acknowledge, we being recognized, that's a really

really nice feeling.

Saya belum cerita ke murid-murid sih, malu juga Bu ya. Cuma yang murid dua yang

menominasi, menominasi saya

-langsung saya telepon, saya kabarin. -Oke, ini sekolah berarti belum tahu

-maksudnya Ibu? -Murid-murid belum tahu, sekolah sudah

-tahu, guru-guru sudah tahu. -Oke dan karena momennya juga ini kan di

-akhir tahun ajaran begitu ya, ini- -Betul.

Kapan nih berarti Bu Helena akan memberi tahu yang rekan-rekan kelas dua belas

-misalnya? -Oh, oh kelas, eh, kelas dua belas, mungkin

tahun depan, Bu.

Saya, saya nggak mau, saya apa, orang Jawa, Bu, ya. Saya tidak mau heboh gitu

memberitahu ke semua orang saya menang ini, gitu. Saya tunggu saja.

Maaf, berarti si dua murid ini yang menuliskan referensinya atau mungkin dalam

-video, Ibu. Ini tulisan apa video? -Tulisan. Itu si Finn Collins dan Wes

-Fraser. -Kalau boleh ada bocorannya begitu, dari

yang mereka tuliskan, yang jadi highlight atau jadi sorotan mereka dari sisi

-kacamata murid ya, Bu. Itu apa sih, Bu? -Iya. Bu, sejujurnya saya belum baca, Bu.

Saya takut nangis. Saya cerita ke, ke mereka waktu saya telepon saya dapat

penghargaannya. Mereka berkata, "Oh berarti Ibu sudah baca referensi kami."

Saya berkata, "Belum." "Kenapa?" "Karena saya takut menangis nanti kalau membaca."

Lalu mereka berkata, "Ya sudah jangan dibaca Bu, pasti menangis nanti," dia

-bilang. -Berarti sampai setelah menerima

-penghargaannya pun belum dibaca? -Belum.

Bu Helena nanti kalau sudah tahu apa isinya, boleh berbagi dengan SBS

-Indonesian mungkin ya? [tertawa] -Iya.

Pekerjaan guru ini kan, em, ada hal-hal lain tentu di balik

nilai materi mungkin atau pengakuan dari murid. Tapi kemudian ada pihak lain lagi

lebih mengakuinya begitu. Untuk ibu sendiri, memaknainya apa atau, wah,

-berarti harus apa lagi nih, begitu? -Mm, I don't think I can top this. Gak ada

lagi yang bisa, maksudnya saya sudah senang sekali gitu loh. Jadi ke depannya

mungkin saya tetap berusaha melakukan apa yang saya biasa lakukan. Tidak akan

berhenti, tetapi ya luar biasa itu kenang-kenangan yang luar biasa dan

piagamnya besar dan berat sekali. Hampir disita di airport kemarin, Bu. Karena

berat sekali. Mereka tanya, "Ini apa?" Saya berkata, "Ini baru dapat tadi pagi,

Pak." Saya berkata, lalu dibaca. "Oh iya hebat, hebat. Terima kasih, selamat." Dia

bilang.

Ibu, apakah menjadi orang asli Indonesia ini memiliki keuntungan tersendiri ketika

mengajarkan bahasa Indonesia kepada para murid berbahasa Inggris?

Hm, pendekatannya berbeda sekali, Bu. Jadi, saya punya seorang colleague, ya,

kolega, namanya Jane Gibson. Dia adalah salah satu guru senior dan Bu, saya tidak

pernah bertemu dengan orang, orang bukan native Indonesia yang tahu bahasa

Indonesia lebih baik daripada saya. Karena Bu, dia itu belajar bahasa Indonesia

sebagai second language. Jadi dia tahu cara mengajar ke murid-murid yang tidak

berbahasa Indonesia sejak lahir. Jadi cara dia mengajar itu luar biasa, hebat

sekali. Sedangkan saya terkadang saya tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya.

Misalnya murid bertanya, akhiran "me-kan", memperkenalkan, dan "me-i", memperkenali,

bagaimana? Bedanya apa, Bu? Saya kadang bingung menjelaskannya. Lalu saya lihat

Ibu Jane Gibson, dia tertawa. Begini, lalu dia menjelaskan, Bu, dengan luwesnya,

dengan luar biasanya. Itu pendekatannya beda, Bu. Jadi ada untungnya belajar

bahasa Indonesia dari orang asli, tetapi banyak juga keuntungan belajar bahasa

Indonesia dari orang asing karena mereka tahu bagaimana cara menjelaskannya dengan

logika mereka. Kekurangannya kita sebagai native kita kurang tahu, uh, strukturnya

bagaimana cara mengajarkannya.

END OF TRANSCRIPT

Share
Follow SBS Indonesian

Download our apps
SBS Audio
SBS On Demand

Listen to our podcasts
Independent news and stories connecting you to life in Australia and Indonesian-speaking Australians.
Ease into the English language and Australian culture. We make learning English convenient, fun and practical.
Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS
SBS Indonesian News

SBS Indonesian News

Watch it onDemand