Kemerdekaan Indonesia Ke-74, Hubungan Bilateral Ke-70 dengan Australia

Warga Indonesia di New South Wales merayakan hari kemerdekaan tanah air mereka pada 17 Agustus secara berbeda, dimana peringatan tersebut juga menyoroti 70 tahun hubungan bilateral Australia-Indonesia.

Indonesian independence day

L-R: Mrs Sinta Subolo, Mayor of the city of Randwick Kathy Neilson, and Indonesian Consul General for NSW, Qld and SA Heru Subolo. Source: SBS Indonesian

Warga Indonesia di New South Wales merayakan hari kemerdekaan tanah airnya pada 17 Agustus secara berbeda, dimana pengibaran bendera dan acara hiburan diadakan di Arthur Byrne Reserve, alih-alih kompleks Wisma Indonesia yang biasanya, dan juga dihadiri oleh wali kota Randwick.

Terkait dengan tema peringatan 17-an kali ini yang adalah 'SDM Unggul, Indonesia Maju', Konsul Jenderal RI untuk QLD, NSW, dan SA, Heru Hartanto Subolo menyerukan agar warga Indonesia memanfaatkan keberadaannya di negeri ini. 

"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia yang ada di Australia untuk memanfaatkan keberadaannya untuk meningkatkan kualitas dirinya," ungkap Mr Subolo pada SBS Indonesian.

"Kebetulan berada di sebuah negara besar seperti Australia ini, dan suatu saat bisa mendedikasikan ilmunya, kemampuannya, potensinya bagi kemajuan Indonesia.

"Dalam hubungan dengan Australia sendiri, kita juga meningkatkan people to people connection dan meningkatkan investasi di bidang SDM melalui kerjasama pendidikan, kerjasama antar universitas, kerjasama antar sekolah."

Mr Subolo mengapresiasi peran pemerintah kota Randwick, tempat perayaan ini dilangsungkan. 

"Kita memperoleh tempat yang luar biasa ini dari mayor Randwick, memperbolehkan kita untuk melaksanakan selebrasi ke 74 ini," ujar Mr Subolo.

"Tentunya ini juga merupakan bagian dari kolaborasi antara Indonesia dan Australia karena tahun ini juga mencapai usia [hubungan bilateral] yang ke 70."

Berikut ini perbincangan selengkapnya dengan Konjen Heru Subolo. 

Wali kota Randwick, Kathy Neilson yang juga berpidato, menyampaikan bahwa dirinya merasa beruntung tinggal di Randwick yang multikultural. 

"Sebagai kota, kami beruntung memiliki komunitas multikultural yang semarak, dan penduduk Indonesia kami adalah bagian besar dari komunitas itu," ungkapnya.

"Di sini, di kota Randwick, orang Indonesia merupakan populasi kelahiran luar negeri terbesar kelima. Kami merasa terhormat memiliki begitu banyak orang Indonesia yang tinggal di komunitas multikultural kami.

"Terima kasih semua karena tinggal di sini juga dan telah membawa semakin banyak kekayaan ke dalam budaya kita."

Berikut adalah pidato wali kota Randwick, Kathy Neilson.


Share

2 min read

Published

Updated

By Tia Ardha



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now