Australia menyambut dekade baru ditengah salah satu musim kebakaran hutan terparah yang pernah ada.
Sebagian besar ibu kota melanjutkan perayaan yang sebelumnya telah direncanakan pada hari Selasa, meskipun ada seruan untuk membatalkan pertunjukan kembang api dan perayaan demi solidaritas dengan mereka yang terkena dampak kebakaran.
Diperkirakan ada satu juta orang memenuhi tepi pantai Sydney untuk menyaksikan pertunjukan kembang api senilai $ 6,5 juta tersebut.

Selama acara tersebut, terkumpul dana hampir $ 1 juta bagi masyarakat yang berjuang dengan kebakaran dan kekeringan.
"Kami bangga memanfaatkan kekuatan Tahun Baru Sydney untuk membantu mereka yang terkena dampak kebakaran hutan," ungkap City of Sydney.
Tetapi hanya beberapa kilometer jauhnya, dewan kota Liverpool, Parramatta dan Campbelltown semuanya membatalkan pertunjukan kembang api mereka karena risiko kebakaran.

Ratusan ribu pengunjung berkumpul di Melbourne untuk menyaksikan tembakan 14 ton kembang api dari 22 atap di kota itu.
Lord Mayor Sally Capp mengatakan pertunjukan kembang api tahunan kota itu aman untuk diadakan karena perubahan suhu dingin yang datang pada Senin malam.

Sementara itu puluhan ribu orang memenuhi sepanjang pinggiran Brisbane River untuk menyaksikan pertunjukan kembang api Malam Tahun Baru mereka.
Wakil Walikota Brisbane, Krista Adams mengatakan Malam Tahun Baru memberikan dorongan bagi perekonomian kota.
"Pengunjung memesan acara ini setahun sebelumnya untuk menginap di hotel di South Bank," ujarnya.
Pertunjukan kembang api juga tetap dilakukan di beberapa ibu kota lainnya tetapi perayaan yang direncanakan di Canberra dibatalkan ditengah adanya larangan api total.
Awal tahun 2020 datang satu hari setelah kebakaran menghancurkan beberapa wilayah Victoria dan NSW, yang menewaskan dua orang meninggal dan lima orang hilang.
Menjelang tengah malam, banyak pengguna media sosial yang menuliskan bahwa suasana di seluruh negeri jauh lebih suram daripada tahun-tahun sebelumnya.
Perdana Menteri Scott Morrison menggunakan pesan tahun barunya untuk mendesak warga Australia agar bersyukur karena mereka tinggal di "negara paling menakjubkan di dunia".
"Semangat Australia yang luar biasa berarti bahwa kita selalu mengatasi tantangan apa pun yang kita hadapi sehingga kita selalu memandang optimis ke masa depan kita," ujarnya.
"Tidak ada tempat yang lebih baik untuk membesarkan anak di mana pun di planet ini."
Namun pesan tersebut menuai kritik di media sosial.
Sementara Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews menyimpulkan keadaan ini sebagai "awal yang sulit untuk tahun 2020".


