Bertempat di Universitas Griffith, Kampus Nathan, Brisbane (11/6/18), disaksikan Utusan Khusus Presiden RI untuk Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar, dan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Sydney, Heru Hartanto Subolo sebagai tamu khusus, serta para tamu undangan lainnya, Program Kolaboratif Australia-Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan dan Perubahan Iklim 2018-2021 diluncurkan oleh Rektor Universitas Griffith, Professor Ian O’Connor dan Profesor Rachmat Witoelar.
Program kolaboratif ini telah dikembangkan oleh pihak Griffith Asia Institute, di bawah pimpinan Professor Caitlin Byrne selaku Direktur institut tersebut. Program 3 tahun ini meliputi empat program utama, yaitu High Level Dialogue; Collaborative Research; Research Support, Mentoring and Capacity Building; dan Student Mobility.
“Program kolaboratif ini merupakan refleksi dari komitmen Universitas Griffith untuk menjalin hubungan erat dengan Indonesia melalui sebuah langkah strategis dan saling menguntungkan, khususnya di bidang pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim”, ungkap Prof. Caitlin Byrne dalam pengantarnya pada acara peluncuran.
Sementara itu, Profesor Rachmat Witoelar dalam pidato kuncinya selain menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak Universitas Griffith, juga menggarisbawahi signifikansi program kolaboratif tersebut.
“Saya meyakini bahwa program ini akan memberikan kontribusi positif lebih lanjut pada kerja sama bilateral Indonesia dan Australia. Juga, akan berkontribusi pada kerja sama regional, khususnya pada pemajuan UN Sustainable Development Goals dan implementasi Paris Agreement on Climate Change”, ungkap Rachmat Witoelar.

Menindaklanjuti peluncuran program tersebut, Universitas Griffith akan membangun kemitraan dengan lembaga-lembaga terkait di Indonesia. Selain itu, pihak Universitas Griffith menjadwalkan akan menyelenggarakan dialog pertama di Brisbane, Australia, November 2018, dengan tema “Deepening Regional Cooperation on Climate Change – An Agenda for the Future”.
KJRI Sydney, yang membawahi wilayah kerja New South Wales, Queensland, dan South Australia terus mendorong bidang pendidikan, termasuk pengembangan kolaborasi antara lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia dan Australia untuk hubungan Indonesia-Australia yang lebih kuat.
