Pemenang Australian of the Year: Pesan Pahlawan Gua Thailand untuk Anak-anak

Dr Richard Harris dan Dr Craig Challen memiliki beberapa saran bagi para orangtua dan anak-anak setelah menerima penghargaan Australian of the Year 2019 - dan pesan ini mungkin bukan seperti yang Anda perkirakan.

Dr Richard Harris and Craig Challen pictured with Scott Morrison.

Thai cave rescue medics Richard Harris and Craig Challen are the 2019 Australians of the Year. Source: AAP

Australian of the Year, penyelam gua dan ahli anestesi Dr Richard Harris, memiliki pesan yang mengejutkan bagi anak-anak di seluruh dunia: temukan "jiwa penjelajah"-mu. 

Dr Harris, bersama dengan Dr Craig Challen, menerima gelar bersama Australian of Year pada Jumat malam atas andil mereka dalam upaya penyelamatan internasional untuk membebaskan 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka yang terjebak di gua bawah air. Ini adalah pertama kalinya gelar penghargaan ini diberikan bersama pada dua finalis.

Tetapi terlepas dari pengalaman yang mengerikan, yang membuat teman lama ini berenang sejauh 4km melalui terowongan sempit untuk membebaskan anak-anak itu setelah lebih dari dua minggu di bawah tanah, Dr Harris mengatakan penting untuk membiarkan anak-anak "menguji batas kemampuan mereka".

Longtime friends Dr Harris and Dr Challen want Australian's to make the most out of every opportunity.
Longtime friends Dr Harris and Dr Challen want Australian's to make the most out of every opportunity. Source: AAP

"Siapa pun yang memiliki antusiasme tinggi dapat mencapai hal-hal seperti yang telah kami lakukan," ujarnya.

"Saya tidak tahan melihat anak-anak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dengan terperangkap di dalam ruangan, dengan mata terpaku pada layar."

Dirinya menambahkan bahwa sama pentingnya bagi para orangtua untuk "sedikit bersantai" dan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menjelajah dunia.

Dr Challen juga ingin mendorong warga Australia untuk melampaui batas.

"Saya mendorong semua orang Australia untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada serta dalam setiap keputusan yang Anda buat, tanyakan pada diri sendiri, apakah ini akan membantu saya menjadi yang terbaik yang saya mampu?" ungkap Dr Challen.

Saat masyarakat di negeri menyaksikan pemberian penghargaan tersebut, keduanya mengatakan mereka "tidak tenang dengan pengakuan ini".

“Kami sangat tersanjung menerima penghargaan ini, tetapi kami berdua juga merasa tidak nyaman dengan pengakuan ini, mengingat bahwa kami hanyalah sebagai bagian dari tim yang sangat besar, dan kami dikelilingi oleh orang-orang yang mengabdikan hidup mereka untuk tujuan yang baik dan telah mendedikasikan diri mereka untuk hal itu, ”kata Dr Harris.

Kedua teman menyelam itu sudah berkemas dan siap melakukan perjalanan ke Nullarbor ketika mendapat telepon dari Thailand. Sehari setelah mereka tiba, keduanya berenang ke ujung gua untuk menemui anak-anak itu, yang menurut Dr Harris "sangat kurus" tetapi memiliki "semangat yang tinggi".

"Kami hampir tidak memiliki kesempatan sama sekali untuk bisa 100% berhasil," ujar Dr Challen pada Sabtu pagi.

The Thai boys during their cave ordeal.
The Thai boys during their cave ordeal. Source: AAP

"Bahkan hingga sekarang, saya tidak dapat percaya bahwa hal itu berhasil seperti yang terjadi. Kami memperkirakan beberapa dari mereka, jika tidak semuanya, menjadi korban selama dilakukannya proses itu.”

Pada hari penyelamatan, Dr Harris, sebagai dokter medis dengan lebih dari 30 tahun pengalaman menyelam, bergabung dengan anak-anak di gua untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka serta memberikan obat bius agar mereka dapat dievakuasi.

Begitu masing-masing anak siap, Dr Challen yang adalah seorang pensiunan dokter hewan, mengambil alih proses penyelamatan - berenang dengan setiap anak, dimana kesemuanya tidak memiliki pelatihan menyelam, untuk melalui jalur gua yang berbahaya.

Ajaibnya, ke-12 anak laki-laki dan pelatih mereka berhasil keluar dengan selamat.

"Saya pikir dunia menyukai adanya berita baik dan kami sangat bangga bisa menjadi bagian darinya," kata Dr Harris.

Baca selengkapnya di sini.


Share

3 min read

Published

By Maani Truu

Presented by SBS Indonesian

Source: SBS




Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now