Anggota Bali Nine, Renae Lawrence, Tiba di Australia

Renae Lawrence, salah satu dari kelompok penyelundup narkoba 'Bali Nine', tiba kembali di Australia setelah 13 tahun dipenjara di Indonesia.

Bali Nine drug smuggler Renae Lawrence, accompanied by her mother Beverley Waterman arrives at Brisbane airport.

Bali Nine drug smuggler Renae Lawrence, accompanied by her mother Beverley Waterman arrive at Brisbane airport. Source: AAP

Lawrence, ibunya Beverley Waterman dan saudara tiri laki-lakinya tiba di bandara internasional Brisbane pada Kamis pagi dan terpaksa harus menghindari kerumunan media yang ingin mengajukan pertanyaan terkait pembebasannya dari penjara Bali semalam.

Dengan kepala tertunduk, mencoba untuk menghindari sorotan kamera, Lawrence dan keluarganya keluar dari terminal kedatangan dan berjalan dengan cepat menuju bus transfer ke terminal domestik untuk bisa menaiki pesawat ke kampung halaman mereka di Newcastle.

Setelah tiba di terminal domestik beberapa saat kemudian, Lawrence dan ibunya duduk di gerbang keberangkatan untuk penerbangan mereka ke Newcastle.

Ketika ditanya apakah ia ingin berbicara perihal kepulangannya, Lawrence menolak, tetapi ibunya memberi tahu AAP: "Sangat luar biasa."

Sebelumnya di terminal internasional, Mrs Waterman memohon agar para wartawan tidak mengganggu putrinya.

"Kami tidak ingin berkomentar. Tidak ada yang perlu disampaikan. Tolong, tinggalkan kami," katanya kepada para wartawan sesaat setelah ia dan putrinya turun dari pesawat dan berjalan ke arah petugas cukai.

Tetapi kemudian, ketika Lawrence kembali ditanya apakah ada yang mau ia sampaikan, dia kemudian menjawab dalam Bahasa Indonesia, yang diterjemahkan sebagai: "Terima kasih kepada pemerintah Indonesia, itu saja."

Head of Bali's justice and human rights office Maryoto Sumadi shows the release paper of Renae Lawrence.
Head of Bali's justice and human rights office Maryoto Sumadi shows the release paper of Renae Lawrence. Source: AAP

Lawrence bisa jadi menghadapi adegan serupa ketika dirinya tiba di Newcastle, dimana polisi NSW mungkin menunggunya untuk melakukan penangkapan terkait pengejaran mobil berkecepatan tinggi yang terjadi tidak lama sebelum dia ditangkap di bandara Bali pada tahun 2005, dengan 2,7 kg heroin terikat di tubuhnya.

Namun, Komisaris Polisi NSW Mick Fuller telah mengindikasikan bahwa kesepakatan dengan pengacaranya lebih mungkin terjadi daripada penangkapannya di bandara ketika ia tiba.

Mantan pemukul panel berusia 41 tahun itu dibebaskan dari penjara Bali pada hari Rabu setelah menjalani 13 tahun tahanan atas perannya dalam plot untuk mengimpor lebih dari 8kg heroin ke Australia dari Indonesia.

Lawrence menjadi anggota pertama dari Bali Nine yang merasakan udara bebas setelah menjalani hukuman di tiga penjara di Indonesia.

Selengkapnya baca di sini.


Share

2 min read

Published

Updated

Source: SBS News




Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now