Lawrence, ibunya Beverley Waterman dan saudara tiri laki-lakinya tiba di bandara internasional Brisbane pada Kamis pagi dan terpaksa harus menghindari kerumunan media yang ingin mengajukan pertanyaan terkait pembebasannya dari penjara Bali semalam.
Dengan kepala tertunduk, mencoba untuk menghindari sorotan kamera, Lawrence dan keluarganya keluar dari terminal kedatangan dan berjalan dengan cepat menuju bus transfer ke terminal domestik untuk bisa menaiki pesawat ke kampung halaman mereka di Newcastle.
Setelah tiba di terminal domestik beberapa saat kemudian, Lawrence dan ibunya duduk di gerbang keberangkatan untuk penerbangan mereka ke Newcastle.
Ketika ditanya apakah ia ingin berbicara perihal kepulangannya, Lawrence menolak, tetapi ibunya memberi tahu AAP: "Sangat luar biasa."
Sebelumnya di terminal internasional, Mrs Waterman memohon agar para wartawan tidak mengganggu putrinya.
"Kami tidak ingin berkomentar. Tidak ada yang perlu disampaikan. Tolong, tinggalkan kami," katanya kepada para wartawan sesaat setelah ia dan putrinya turun dari pesawat dan berjalan ke arah petugas cukai.
Tetapi kemudian, ketika Lawrence kembali ditanya apakah ada yang mau ia sampaikan, dia kemudian menjawab dalam Bahasa Indonesia, yang diterjemahkan sebagai: "Terima kasih kepada pemerintah Indonesia, itu saja."

Lawrence bisa jadi menghadapi adegan serupa ketika dirinya tiba di Newcastle, dimana polisi NSW mungkin menunggunya untuk melakukan penangkapan terkait pengejaran mobil berkecepatan tinggi yang terjadi tidak lama sebelum dia ditangkap di bandara Bali pada tahun 2005, dengan 2,7 kg heroin terikat di tubuhnya.
Namun, Komisaris Polisi NSW Mick Fuller telah mengindikasikan bahwa kesepakatan dengan pengacaranya lebih mungkin terjadi daripada penangkapannya di bandara ketika ia tiba.
Mantan pemukul panel berusia 41 tahun itu dibebaskan dari penjara Bali pada hari Rabu setelah menjalani 13 tahun tahanan atas perannya dalam plot untuk mengimpor lebih dari 8kg heroin ke Australia dari Indonesia.
Lawrence menjadi anggota pertama dari Bali Nine yang merasakan udara bebas setelah menjalani hukuman di tiga penjara di Indonesia.
Selengkapnya baca di sini.
