Pada hari Minggu, pesawat Ethiopian Airline yang mengangkut 157 penumpang dan awak kabin jatuh enam menit setelah lepas landas pada pagi hari dari Addis Ababa, menewaskan semua penumpangnya.
Ini adalah kali kedua dalam enam bulan pesawat model ini terlibat dalam kecelakaan mengerikan tak lama setelah lepas landas.
Pada Oktober 2018, Lion Air Penerbangan 610 dengan mengangkut 189 orang jatuh di Laut Jawa di lepas pantai Indonesia hanya 13 menit setelah lepas landas, menewaskan semua penumpang.
Negara mana yang sejauh ini telah melakukan larangan terbang?
Cina telah memerintahkan maskapai domestiknya untuk menghentikan operasi komersial Boeing 737 MAX 8, atas alasan kecelakaan Ethiopian Airlines dan kecelakaan mematikan lainnya dari model yang sama di Indonesia.
Dengan memperhatikan "kesamaan" antara dua kecelakaan itu, Administrasi Penerbangan Sipil Ciina mengatakan maskapai penerbangan domestik memiliki waktu hingga pk. 18.00 waktu setempat untuk menghentikan penerbangan semua pesawat 737 MAX 8.
Kementerian transportasi Korea Selatan juga mengumumkan bahwa dua dari jet Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh maskapai bertarif rendah Eastar Jet akan ditangguhkan sambil menunggu penyelidikan, sementara Otoritas Penerbangan Sipil Mongolia mengumumkan pihaknya telah memerintahkan maskapai penerbangan nasionalnya, Mongolia Airlines, untuk menangguhkan penggunaan satu pesawat Boeing 737 MAX 8 mereka.
Ethiopian Airlines, Cayman Airways dan maskapai Afrika Selatan, Comair, juga mengumumkan bahwa mereka menangguhkan penggunaan Boeing 737 MAX 8 hingga pemberitahuan lebih lanjut, atas rekomendasi otoritas penerbangan.
Indonesia mengatakan pihaknya memberlakukan larangan terbang 11 jet - 10 diantaranya dioperasikan oleh Lion Air dan satu diterbangkan oleh maskapai nasional Garuda.
Pengoperasian kembali pesawat jenis ini hanya akan dilakukan setelah "mengkonfirmasi langkah yang sesuai guna memastikan keselamatan penerbangan secara efektif", jelas administrasi dalam sebuah pernyataan.
Apakah maskapai Australia menggunakan Boeing 737 MAX 8?
Meski demikian, seorang ahli operasi maskapai penerbangan Australia menyampaikan pada SBS News bahwa pesawat jenis ini masih aman untuk terbang, meskipun kesamaan antara kedua insiden kecelakaan tersebut memunculkan pertanyaan.
"Dengan investigasi yang masih berlangsung dengan insiden di Indonesia, saya tidak yakin apakah ada kekhawatiran akan jenis pesawat ini sampai ada bukti yang menunjukkan sesuatu terjadi," kata Dr Peter Bruce dari Swinburne University di Melbourne.
"Saya pikir ini akan berujung pada melihat bukti apa yang konsisten sebelum diambil tindakan apa pun terhadap armada MAX 8," kata Dr Bruce.
"Sudah ada beberapa MAX 8 yang beroperasi di seluruh dunia dan tentu saja Australia akan memiliki beberapa menjelang akhir tahun."
Virgin Australia telah mengkonfirmasi pihaknya telah memesan 30 pesawat Boeing 737 MAX 8 - yangmana bagian pertamanya akan tiba sebelum akhir tahun ini.
Seorang juru bicara maskapai tersebut mengatakan kepada SBS News bahwa masih terlalu dini untuk mengomentari apakah kecelakaan Ethiopian ini akan mempengaruhi pesanan.
Maskapai yang masih menerbangkan Boing 737 Max 8
Beberapa maskapai mengatakan mereka akan tetap menerbangkan jenis pesawat ini sambil menunggu hasil penyelidikan, sementara beberapa lainnya melanjutkan operasi tanpa berkomentar.
Pesawat Boeing 737 Max 8 akan tetap beroperasi seperti biasa di Fiji, Rusia, AS, Kanada, Turki, Italia, Norwegia, Brasil, Iceland, Singapura dan Dubai.
Kepala operasional Icelandair Jens Thordarson mengatakan masih "prematur" untuk menghubungkan kecelakaan di Etiopia dan Indonesia.
Fiji Airways, yang memiliki Boeing 737 MAX 8 dalam armadanya, menyampaikan pada SBS News bahwa mereka memiliki "keyakinan sepenuhnya atas kelaikan terbang armadanya".
"Fiji Airways mengikuti proses induksi komprehensif untuk pesawat Boeing 737 MAX-8 kami yang baru," kata seorang juru bicara.
"Kami terus memastikan bahwa program pemeliharaan dan pelatihan kami untuk para pilot dan insinyur memenuhi standar keselamatan tertinggi."
Menteri transportasi Kanada memiliki pandangan yang sama, mengumumkan bahwa ia tidak akan memberlakukan larangan terbang bagi puluhan pesawat kecuali memiliki alasan untuk melakukannya.
"Saya pikir ini prematur [untuk melarang terbang]," ujar Menteri Transportasi Marc Garneau, yang menggarisbawahi bahwa jenis pesawat ini telah terbang "jutaan jam".
Air Canada, Westjet dan Sunwing mengoperasikan 41 pesawat jet jenis ini di negara tersebut.
Maskapai Singapura Silk Air, yang melayani penerbangan Australia termasuk Cairns, Darwin dan Kathmandu, juga akan tetap mengoperasikan enam pesawat 737 Max 8 mereka.
Sementara itu Oman Air mengatakan pihaknya menghubungi Boeing "untuk memahami jika ada implikasi terhadap maskapai lain yang mengoperasikan jenis pesawat yang sama".
Daftar selengkapnya
Maskapai yang telah melarang operasi Boeing 737 MAX 8
Maskapai Cina:
- Shenzhen Airlines
- China Eastern Airlines
- Air China
- Okay Airways
- Kunming Airlines
Maskapai Indonesia:
- Garuda Indonesia
- Lion Air
Lainnya:
- Ethiopian Airlines
- Cayman Airways
- Comair
- Mongolia Airlines
- Eastar Jets
Baca selengkapnya di sini.