Diiringi hujan deras dan angin kencang sebagai dampak dari Cyclone Debbie, bertempat di Byron Bay, pada tanggal 31 Maret 2017, Konsul Jenderal RI Yayan GH Mulyana telah membuka "Byron Bay Indonesia Forum (BBIF)". BBIF merupakan prakarsa bersama Australia-Indonesia Arya Alliance (AIAA), yang diketuai Ibu Judy Shelley, seorang Indonesianis yang sangat cinta Indonesia, dengan KJRI Sydney. BBIF juga mendapat dukungan penuh dari Mayor Byron Bay Councilor Simon Richardson.
"BBIF telah membuka jalan dan membangun fundasi bagi kerja sama Indonesia - Australia yang semakin kokoh, khususnya di tingkat sub-nation dan beyond Sydney. City-to-city diplomacy dapat menjadi pilar penting bagi hubungan dan kerja sama Indonesia - Australia secara keseluruhan," demikian antara disampaikan oleh Konsul Jenderal dalam keynote speech nya.
BBIF yang pertama kali ini bertema "Art, Culture, Education and Environment Australia - Indonesia 2017." BBIF telah menampilkan sejumlah pembicara kenamaan seperti Dr. John Dahlsen (world renown environmental visual artist), Dr. Mary Gardner (Marine Ecoligist), Jeremy Holmes (green tourism expert), Sasha Mainsbridge (plastic waste solutions expert), dan Mike White (environmentalist).

Tema lingkungan dan seni budaya sangat mengemuka pada BBIF pertama ini. Hal ini selaras dengan kota Byron Bay yang sudah sejak lama memberi bobot dan perhatian besar terhadap lingkungan dan sosial budaya. Byron Bay juga merupakan kota kecil tepi pantai yang memiliki banyak ahli (brilliant talents) di bidang lingkungan, ekologi laut dan seni budaya. Byron Bay memiliki hubungan khusus dengan Ubud melalui Writers Festivals.
BBIF merupakan salah satu bentuk program unggulan KJRI Sydney dalam menggali potensi kerjasama di berbagai bidang dengan kota-kota kecil di wilayah New South Wales, Queensland dan South Australia. Kota-kota tersebut memiliki keunggulan di bidang-bidang seperti pertanian, green technology, livebility, pendidikan, dan seni budaya. (yyn-KJRI)
