Pemerintah Morrison akan secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel setelah pertemuan kabinet tetapi tidak akan mengumumkannya sampai pertemuan COAG pada hari Rabu 12 Desember.
Koran The Australian melaporkan bahwa keputusan itu diratifikasi oleh kabinet pada pertemuan Selasa setelah komite keamanan nasional menyetujuinya pada Senin malam.
Namun, kedutaan Australia tidak akan dipindahkan dari Tel Aviv dulu. Sebaliknya akan dibuka kantor konsulat di sana, kata sumber itu, karena biaya langkah itu dipatok pada $ 200 juta.
Prime Minister Scott Morrison speaks to the media about the embassy move, alongside Minister for Foreign Affairs Marise Payne.
AAP
Langkah itu berpotensial diambil meskipun ada peringatan dari tetangga tetangga, Indonesia yang di dominasi oleh penganut Muslim.
Pada bulan Oktober, mantan Perdana Menteri Malcolm Turnbull bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo di Bali sebagai bagian dari delegasi Australia yang menghadiri konferensi global. Pada saat itu, Presiden Indonesia memperingatkan "keprihatinan yang serius" tentang pemindahan kedutaan Australia ke Yerusalem.
A sign at the entrance to the Australian Embassy offices of in Tel Aviv, Israel.
AAP
"Tidak ada yang dipertanyaankan lagi jika hal itu akan terjadi, akan disambut dengan reaksi yang sangat negatif di Indonesia. Mengingat Indonesia adalah negara mayoritas Muslim terbesar di dunia," kata Turnbull kepada wartawan.
READ MORE
Pemerintah awalnya melontarkan prospek pemindahan kedutaan itu dan mengikuti jejak Presiden AS Donald Trump, dalam minggu terakhir kampanye pemilu di Wentworth, di mana lebih dari 12 persen pemilih adalah orang Yahudi.
Tahun lalu, Mr Trump mengakui kota Yerusalem yang disengketakan sebagai ibukota Israel - membalikkan kebijakan AS di Timur Tengah yang telah puluhan tahun.
"Israel adalah negara berdaulat dengan hak seperti setiap negara berdaulat lainnya untuk menentukan ibukota mereka sendiri," kata pemimpin AS dalam pidato dari Gedung Putih.
A possible move from Tel Aviv was condemned by Indonesia.
"Mengakui ini sebenarnya adlah kondisi yang diperlukan untuk mencapai perdamaian," tambah pemimpin AS, Ia juga menyatakan: "Sudah waktunya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel."
Source AAP - SBS
