Sekelompok pengkampanye iklim yang "muak menunggu jawaban dari Scott Morrison" tentang perubahan iklim telah mengadopsi taktik baru - berbicara pada ibunya.
Sebuah petisi di change.org dan video yang menampilkan "surat terbuka" kepada ibu Mr Morrison, Marion Morrison, memohon agar ia "meminta PM untuk mengambil tindakan nyata untuk iklim".
"Scott mendengarkanmu. Jadi kami ingin meminta bantuan. Kami sudah berusaha untuk berbicara padanya, tetapi sepertinya tidak berhasil. Kami berharap Anda akan lebih beruntung," kata video itu.
"Australia terbakar... Dan hanya akan bertambah buruk, kecuali kita bertindak sekarang. Marion, dapatkah Anda bicara dengan Scott untuk kami? Katakan padanya bahwa ini belum terlambat. Katakan bahwa ia masih dapat mengambil langkah nyata untuk iklim."
Keputusan untuk menyasar ibu perdana menteri ini merupakan taktik yang kontroversial.
Selama kampanye pemilihan umum, sebuah cerita dari Daily Telegraph tentang ibu pemimpin Oposisi saat itu, Bill Shorten, dikritik sebagai "titik terendah yang baru".
Mr Shorten telah berbicara tentang ibunya sebagai inspirasinya saat Q&A pada bulan Mei, menggambarkan bagaimana ia ingin belajar hukum tetapi tidak mampu karena komitmen keluarga.
Surat kabar itu mengkritik Mr Shorten karena tidak menyebutkan bahwa di kemudian hari ia belajar hukum, mendesak Mr Shorten untuk menjelaskan bagaimana ia lulus dengan penghargaan terbaik hanya untuk kemudian menghadapi diskriminasi karena menjadi lulusan yang lebih tua.
"Dalam titik terendah yang baru, Daily Telegraph telah memutuskan untuk menggunakan kehidupan ibu saya sebagai serangan politik terhadap saya, dan terhadap kenangan Beliau," ujar Mr Shorten.
Saat itu, Mr Morrison mengatakan reaksi Mr Shorten dapat dipahami, dengan menyebut bahwa "pemilihan ini bukanlah tentang keluarga kami".
Morrison 'sangat menyesali' liburannya
Pada hari Jumat, Perdana Menteri mengumumkan bahwa ia memperpendek liburannya di Hawaii dengan keluarganya setelah kebakaran hutan menewaskan dua orang sukarelawan petugas pemadam kebakaran.
Keputusan itu muncul setelah kritik berhari-hari terkait waktu dilakukannya liburan, yang disebut Mr Morrison diajukan karena kunjungan resmi ke India dan Jepang pada bulan Januari.
"Saya sangat menyesali sakit hati yang mungkin dirasakan oleh warga Australia mana pun yang terkena dampak kebakaran hutan yang mengerikan, karena cuti saya bersama dengan keluarga saat ini," katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.
Dalam sebuah pernyataan kepada SBS News, pembuat surat anonim yang ditujukan pada ibu perdana menteri mengatakan mereka berharap agar "tekanan secara vokal yang terus-menerus dari warga Australia akan dapat menjadi cara untuk mengakhiri keheningan dan kepasifan atas krisis iklim dari pemerintah".
"Tetapi jika Marion melihatnya, mungkin ia akan membuat putranya berpikir tentang bagaimana kepasifannya memengaruhi orang lain dan anak-anak mereka."
Pesan ini muncul di minggu saat terjadinya kondisi cuaca ekstrem di seluruh Australia.
Negeri ini merasakan panas terik saat hari terpanasnya pada hari Rabu, dengan suhu rata-rata nasional naik hingga 41,9C.
Pemerintahan Koalisi telah mengatakan pihaknya berada dalam jalur yang benar untuk mengurangi emisi karbon sebanyak setidaknya 26 persen pada tahun 2030, sejalan dengan komitmen Perjanjian Paris.
