Penulis buku yang mengilhami filem box office hit "Crazy Rich Asians" dicari oleh pihak berwenang Singapura karena gagal mendaftarkan diri untuk layanan nasional, Kementerian Pertahanan negara itu mengatakan.
Rabu (22/8), pihak berwenang Singapura mengungkapkan bahwa Kwan diduga menghindari wajib militer Negeri Singapura.
Kwan yang sudah tinggal di Amerika sejak berusia 11 tahun ini masih berstatus sebagai warga negara Singapura.
Semua warga Singapura wajib mengikuti WaMil selama 2 tahun.

Kwan bisa dijatuhi hukuman tiga tahun penjara jika dia kembali ke Singapura.
Penerbitnya tidak memberikan tanggapan segera pada hari Rabu dari penerbitnya atas permintaan AAP .
Pemerintah Singapura mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Kwan dicari karena "gagal memenuhi kewajiban NS (nasional service)" karena gagal mendaftar seperti yang dipersyaratkan pada tahun 1990, dan tinggal di luar negeri tanpa izin keluar yang sah.
Dilaporkan juga bahwa pihak berwenang menolak aplikasinya pada tahun 1994 untuk meninggalkan kewarganegaraan Singapura tanpa memenuhi Wamil NS.
"Mr Kwan telah melakukan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Enlistment dan bertanggung jawab atas denda hingga US$10.000 ($ A13,595) dan / atau penjara hingga tiga tahun jika divonis bersalah," demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan Singapura. .
Mr Kwan tidak melakukan perjalanan ke Singapura untuk menghadiri pemutaran perdana filem komedi romantis pada Selasa malam, berdasarkan komentar dari berbagai pemeran yang mengatakan mereka merindukannya.
Banyak tayangan Crazy Rich Asians itu tentang Singapura.
Kisah ini mengikuti Rachel Chu warga Cina-Amerika saat ia bepergian dengan pacarnya Nick Young ke Singapura untuk bertemu keluarganya dan menemukan bahwa mereka sangat kaya.
Film ini telah meraup pemasukan lebih dari US$ 35 juta sejak debutnya tanggal 15 Agustus di Los Angeles dan dibuka di banyak kota Asia minggu ini.
