Anak-anak Australia akan menjadi bagian dari studi dunia pertama yang meneliti dampak teknologi digital terhadap delapan tahun pertama kehidupan mereka.
Pemerintah Morrison telah menjanjikan $34,9 juta untuk membantu membangun pusat penelitian yang berbasis di Queensland University of Technology.
"Anak-anak kita tumbuh dengan akses teknologi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kita perlu memahami efeknya terhadap mereka," kata Menteri Pendidikan Dan Tehan, Minggu 22 Sep.
"Hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi orang tua dan menginformasikan perbaikan pada kebijakan kesehatan dan pendidikan anak-anak."
Stock photo of children on iPads.Getty Images/Thanasis Zovoilis
ARC Centre of Excellence for the Digital Child yang baru akan menerima $32 juta lagi dari organisasi mitra, baik dari dalam Australia maupun dari Eropa, Asia dan Amerika.
Studi ini akan mengarah pada sumber daya untuk mengurangi pengalaman berbahaya terhadap anak-anak dari teknologi.
Peneliti utama Susan Danby mengatakan bahwa saat ini ada pesan campuran. Ia berharap untuk menemukan pemahaman yang jelas tentang dampak digital pada anak-anak, .
"Australia akan menginformasikan agenda internasional dalam meminimalkan risiko digital terhadap anak-anak dan memaksimalkan sisi positif keterlibatan digital ," kata Danby.
Studi ini akan mempertimbangkan masalah yang berkaitan dengan waktu layar, penggunaan media sosial, permainan, dan keamanan online.
Source AAP - SBS
