Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia mengatakan setidaknya tiga orang tewas setelah tanah longsor terjadi di tambang emas ilegal di pulau Sulawesi, Indonesia.
Insiden itu terjadi pada hari Selasa malam, dengan lebih dari 60 orang diperkirakan terkubur. Setidaknya 15 orang telah diselamatkan dari tanah longsor oleh pekerja dan penduduk desa dari lereng bukit berlumpur itu.
Tim penyelamat mengatakan mereka bisa mendengar suara orang-orang yang terjebak dalam lubang tambang sementara di daerah Bolaang Mongondow di provinsi Sulawesi Utara tersebut.

Banyak korban diperkirakan masih hidup.
"Ketika puluhan orang sedang menambang emas di lokasi itu, tiba-tiba balok dan papan penyangga yang mereka gunakan patah karena tanah yang tidak stabil dan banyaknya lubang tambang," kata juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Penyebab longsor tersebut masih belum jelas.
Pemerintah Indonesia telah melarang penambangan emas skala kecil seperti itu, meskipun pemerintah daerah seringkali menutup mata terhadap praktik semacam ini di daerah-daerah terpencil. Dengan minimnya peraturan, tambang-tambang ini rawan kecelakaan.
Tim pencari dan penyelamat bersama dengan tentara saling bekerja sama tetapi menggunakan alat sederhana seperti sekop dan tali karena kondisi area ini masih berbahaya, dimana tanahnya masih rentan bergeser dan longsor.
Baca selengkapnya di sini.
