Peter Dutton yakin ia memiliki dukungan yang cukup untuk mengalahkan Malcolm Turnbull sebagai pemimpin dan meminta agar dilakukan pemungutan suara lagi.
Sebelumnya mantan Menteri Dalam Negeri itu terkalahkan dalam pemungutan suara ruang partai Liberal pada hari Selasa lalu dengan 48 suara melawan 35.
"Pagi ini, saya menelepon perdana menteri untuk memberitahu bahwa Menurut penilaian saya mayoritas ruang partai tidak lagi mendukung kepemimpinannya, "kata Dutton kepada wartawan di Gedung Parlemen pada Kamis 23 Agustus pagi.
" Karena itu, saya memintanya untuk mengadakan pertemuan Partai Liberal di mana saya akan menantang kepemimpinan."
Mr Dutton kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa ia yakin telah memiliki jumlah suara yang diperlukan.
2 orang lagi Menteri Pemeirntah yang secara resmi mengundurkan diri untuk mendukung tantangan Mr Dutton itu.
Assistant Menteri Michael Sukkar dan Zed Seselja menolak tawwaran Perdana Menteri untuk tetap duduk di posisi merkea dan memberikan dukungan mereka kepada Dutton.
Kedua Menteri itu mengikuti jejak Dutton, Concetta Fierravanti-Wells dan James McGrath untuk mundur ke jajaran belakang.
Mr Sukkar mengatakan Perdana Menteri meminta dirinya untuk memberikan dukungan mutlak kepada dirinya dalam pemungutan suara di masa depan meskipun dirinya telah memberikan suara melawan Perdana Menteri dalam pemungutan suara pada hari Selasa lalu.
"Saya tidak mau memberikan komitmen itu pada Anda, dan karena itu secara formal mengajukan pengunduran diri saya, "tulisnya dalam sebuah surat kepada Mr Turnbull pada hari Kamis.
Tetapi anggota parlemen Partai Nasional Kevin Hogan mengancam akan mengundurkan diri dari pemerintah dan duduk di bangku jkajaran belakang jika ada tumpahan kepemimpinan Liberal lagi.

Anggota PArlemen Kevin Morgan dari Partai Nasional
Itu berarti akhir dari mayoritas kursi satu pihak koalisi yang rapuh.
"Saya akan mendukung pemerintah dengan mosi dan pasokan tidak yakin. Setiap undang-undang lainnya akan saya ambil kasus per kasus," katanya pada hari Kamis.
Perdana Menteri dengan keyakinan tinggi tiba di Gedung Parlemen, mempertahankan kepemimpinannya bergantung pada dukungan dari dua letnan kuncinya yaitu Bendahara Scott Morrison dan Menteri Keuangan Mathias Cormann.

Para pendukung Mr Dutton mengedarkan sebuah surat pada Rabu malam menyerukan untuk pertemuan ruang partai.
Tidak jelas berapa banyak anggota parlemen yang benar-benar telah melihat dan menandatangani surat itu dan apakah ada menteri kabinet yang bersedia mengalihkan dukungan mereka dari perdana menteri.
Mr Dutton meluncurkan kampanye media pada Rabu pagi, ia pergi ke radio Melbourne untuk menyerukan komisi Royal terhadap harga bahan bakar dan energi.
Tapi Mr Morrison mengecam rencana Dutton yang akan menghapuskan GST dari harga listrik, dan menyebutnya sebagai "penghancur anggaran" dengan biaya $ 7,5 miliar selama empat tahun.
Dorongan Mr Dutton untuk melakukan tantangan mengalami hambatan setelah timbul pertanyaan tentang kelayakannya duduk dalam parlemen yang berkaitan dengna pendanaan publik pusat pengasuhan anak yang berada di bawah naungan family trust nya.
"Konstitusi sangat jelas: Anda tidak dapat mengambil uang tunai untuk bisnis Anda dari pemerintah dan pada saat yang sama menjadi anggota parlemen," kata anggota parlemen oposisi senior Tony Burke kepada Sky News.
Mr Dutton pada hari Kamis telah merilis nasihat hukumnya, tertanggal 4 Desember 2017, yang menunjukkan bahwa dia tidak melanggar konstitusi.
Kamis adalah hari terakhir pertemuan parlemen sebelum rises sampai 10 September, dengan pertemuan partai Liberal berikutnya dijadwalkan pada 11 September.
