Analisis yang dilakukan oleh Anglicare menunjukkan bahwa warga Australia yang mendapatkan bantuan penghasilan dari pemerintah hanya mampu menjangkau enam persen dari properti sewaan.
Mengambil potret dari lebih dari 67.000 properti sewa yang tersedia di seluruh Australia pada 24 Maret, kelompok advokasi ini mendapati bahwa hanya 3.729 yang terjangkau untuk rumah tangga yang mendapatkan bantuan pendapatan dari pemerintah.
Angka ini bertambah bagi mereka yang berpenghasilan minimum, tetapi baru hanya mewakili 28 persen atau sebanyak 18.976 dari properti sewa yang tersedia.
"Hasil ini menunjukkan bahwa memperoleh tempat tinggal yang terjangkau dan layak untuk disewa di pasar perumahan swasta merupakan hal yang luar biasa menantang," menurut laporan Anglicare yang dikeluarkan pada hari Senin.
Properti yang sesuai untuk orang lajang pada usia pensiun hanyalah lebih dari 1 persen, dan bagi mereka yang mendapatkan Dissability Support Pension hanya 485 properti sewaan yang terjangkau.
Tidak ada satu pun properti sewa yang terjangkau untuk seorang lajang yang mendapatan Tunjangan Newstart atau Youth di Sydney, Canberra, Melbourne, Adelaide, Darwin atau Perth pada hari tertentu di bulan Maret.
Anglicare menginginkan agar negative gearing dan pengecualian pajak pertambahan modal dihapuskan secara bertahap dan jumlah miliaran tersebut disimpan untuk digunakan bagi penyediaan perumahan sewa sosial dan terjangkau bagi mereka yang membutuhkan.
Anglicare juga menyerukan ditingkatkannya Commonwealth Rent Assistance serta perubahan terhadap hukum negara bagian dan teritori terkait hak-hak penyewa.
Kelompok ini menghitung keterjangkauan dengan dasar bahwa biaya yang dikeluarkan untuk sewa tidak lebih dari 30 persen dari anggaran rumah tangga.