Google+ ditutup setelah kebocoran kamanan

Jaringan sosial Google+ ditutup, setelah ditemukan celah yang dapat membocorkan informasi pribadi seseorang.

Google Plus

Google Plus was launched in 2011 as a rival to Facebook but flopped. Source: AAP

Google menutup layanan jaringan sosial Google+ setelah mengumumkan bahw terdapat celah yg ditemukan bulAN Maret lalu yang dapat membuka informasi pribadi dari sekitar 500 ribu anggota pengguna.

Hal itu diumumkan dalam sebuah postinga di blog pada hari Senin yang merupakan penjelasan umum Goggle tentang celah di informasi pribadi.

 

Google dengan sengaja menghindar untuk mengumumkan hal tersebut saat itu, sebagai bagian dari upaya untuk tidak menarik perhatian penyelidikan pihak berwenang dan merusak reputasinya, demikian menurut laporan dari Wall Street Journal yang menyebutkan individu dan dokumen anonim.

Perusahaan AS itu menolak untuk mengomentari laporan Jurnal dan tidak sepenuhnya menjelaskan di posting blognya alasan penundaan mengungkapkan bug itu sampai Senin.

Kelemahan Google Plus dapat memungkinkan hingga 438 aplikasi eksternal untuk meraup nama pengguna, alamat email, pekerjaan, jenis kelamin dan usia tanpa izin.

Perusahaan itu tidak menemukan bukti bahwa informasi pribadi yang terpengaruh oleh pelanggaran Plus disalahgunakan.

Garis waktu yang ditata oleh Google menunjukkan perusahaan itu menemukan celah privasi pada saat yang sama ketika Facebook mendapat kecaman karena kebocoran di jaringan sosialnya yang jauh lebih populer.

Perincian Facebook memaparkan informasi pribadi sebanyak 87 juta penggunanya diambil oleh Cambridge Analytica, sebuah perusahaan penambangan data yang berafiliasi dengan kampanye Presiden Donald Trump 2016.

Diluncurkan pada 2011, Google Plus seharusnya menjadi penantang Facebook, yang kini memiliki lebih dari dua miliar pengguna.

Namun, Plus gagal dan dengan cepat berubah menjadi kota hantu digital, yang mendorong Google untuk tidak menekankannya beberapa tahun yang lalu.

 

Source: AAP


Share

2 min read

Published

Updated

By SBS News

Source: SBS



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now