Hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dengan Cina makin meruncing.

Presiden AS Donald Trump menuduh Cina berusaha mempengaruhi pemilu AS berikutnya dengan menargetkan basis dukungan politiknya dalam perang perdagangan antara kedua negara yang meningkat.

Trump and Xi

Source: SBS News

"Cina secara terbuka menyatakan bahwa mereka secara aktif mencoba mempengaruhi dan mengubah pilihan kami dengan menyerang petani, peternak dan pekerja industri kami karena kesetiaan mereka kepada saya," demikian tulisan tweet dari Trump.

Komentar Trump datang ke hari setelah ia mengumumkan akan megnenakan tarif impor senilai US$ 200 miliar mulai minggu depan 24 September, yang telah menyebabkan aksi balasan dari Beijing .

Rangkaian produk terbaru yang ditargetkan hampir separuh barang impor dari China, yang mengakibatkan kenaikkan harga bagi bisnis dan konsumen yang bergantung pada mereka.

Trump juga mengancam akan mengenakan pajak terhadap hampir semua barang impor dari China lainnya, sebesar US$ 267 miliar per tahun jika Cina melakukan tindakan balasan, bukannya mengubah kebijakan perdagangannya.

Beijing sejauh ini membalas setiap eskalasi perselisihan perdagangan dan mengumumkan balasannya menambahkan produk-produk dari AS senilai US$ 60 miliar dalam daftar produk yang akan dikenakan tarif impor. Kebijakan ini juga akan mulai diberlakukan 24 September 2018.

AS mengimpor lebih dari US$ 500 miliar barang dari China tahun lalu tetapi hanya mengekspor US$ 130 miliar.

Meskipun Cina kehabisan barang-barang AS yang bisa ditargetkan, namun beberapa analis dan pebisnis AS khawatir, China akan menggunakan langkah-langkah lain seperti menekan perusahaan AS yang beroperasi di China.

 

Simak berita dalam bahasa Inggris di sini

 


Share

2 min read

Published

Updated

By SBS News

Presented by Ricky Onggokusumo

Source: SBS


Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now