Perdana Menteri Scott Morrison telah didesak di Question Time setelah muncul laporan bahwa kesepakatan perdagangan Australia-Indonesia dapat ditunda.
ABC melaporkan bahwa Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menarik kesepakatan perdagangannya dengan Australia sehubungan dengan posisi baru Mr Morrison tentang Israel.
Sebelumnya, Mr Morrison mengatakan akan mengikuti keputusan Presiden AS Donald Trump dengan merelokasikan kedutaan Australia ke Yerusalem dari Tel Aviv.
Langkah itu telah dikecam oleh Partai Buruh.
Dalam Question Times, Pemimpin Oposisi Bill Shorten menyerang PM mengenai laporan bahwa Indonesia ragu-ragu dengan kesepakatan perdagangan setelah perubahan kebijakan Australia.
Mr Morrison faces Question Time on Tuesday. AAP
"Apakah perdana menteri menyadari laporan bahwa Indonesia mempertimbangkan kembali kesepakatan perdagangannya dengan Australia sebagai hasil dari pengumuman perdana menteri yang terburu-buru hari ini? Berapa banyak pekerjaan yang bisa beresiko sebagai akibat dari kebijakan luar negeri yang terburu-buru hari itu sehubungan dengan pengumuman tentang pemindaham kedutaan? " Tuan Shorten bertanya.
Perdana Menteri mengatakan dia sudah berbicara dengan pemimpin negara Muslim terbesar di dunia itu.
"Saya telah berhubungan langsung dengan Presiden (Joko) Widodo semalam," katanya kepada Parlemen pada Selasa sore. "Saya senang dapat menjelaskan dengan sangat jelas sifat dari pengumuman yang saya buat hari ini dan saya sangat senang dengan tanggapan yang saya terima dari Presiden Widodo.”
Indonesian President Joko Widodo. AFP - Sep 21, 2018
Mr Morrison mengatakan dia akan mencari umpan balik ketika ia menghadiri beberapa pertemuan internasional dalam beberapa bulan ke depan.
“Itulah cara bagaimana Anda membuat keputusan. Anda berkonsultasi dengan teman-teman Anda, dengan tetangga Anda, dengan sekutu Anda, ”katanya.
"Kamu tidak secara sepihak membuat keputusan ini."
READ MORE
Indonesia adalah mitra dagang terbesar kedelapan Australia, dengan investasi senilai hampir 12 miliar dolar tahun lalu, menurut Departemen Luar Negeri.
Diketahui bahwa duta besar Australia untuk Jakarta sekarang mencari pertemuan mendesak dengan Menteri Luar Negeri Indonesia untuk mengklarifikasi situasi.
