PM Morrison awalnya berencana untuk mengunjungi Presiden Indonesia dalam perjalanan kembali dari Washington setelah melakukan pertemuan tatap muka pertamanya dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Tetapi ketika pejabat Australia mengkonfirmasi waktu kunjungan ke Jakarta, pemerintah Indonesia mengatakan bahwa Jokowi tidak dapat hadir karena ia tidak akan berada di ibu kota.
Diduga sikap Indonesia itu berkaitan dengan sikap waspada terhadap rencana Australia untuk mempersenjatai diri dengan kapal selam bertenaga nuklir.
Kementerian luar negeri Indonesia mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka telah mencatat keputusan Australia untuk menggunakan teknologi Amerika untuk memperoleh delapan kapal selam bertenaga nuklir dan menekankan “Indonesia sangat prihatin atas perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan yang berkelanjutan di kawasan itu”.
Namun Pemerintah Australia tidak percaya pembatalan pertemuan kedua pemimpin itu secara langsung ada hubungannya dengan kegelisahan atas rencana kapal selam karena keputusan untuk tidak pergi ke Jakarta dibuat sebelum pengumuman.
Hubungan diplomatik antara Canberra dan Jakarta dikatakan adalah yang terbaik dalam beberapa dekade dan baru minggu lalu Menteri Pertahanan Peter Dutton dan Menteri Luar Negeri Marise Payne menjadikan ibu kota Indonesia perhentian pertama mereka dalam perjalanan luar negeri yang telah dilakukan di India, Korea Selatan dan AS.
Indonesia telah mempertahankan hubungan yang sehat dengan China, dan Beijing tahun ini mengirim jutaan vaksin COVID-19 buatan China ke negara tersebut.

Marise Payne and Peter Dutton walk with their Indonesian counterpart Retno Marsudi Source: AAP
Sebelumnya PM Morrison berbicara dengan Presiden Jokowi minggu ini melalui telepon tentang pengembangan kapal selam. Dia juga telah menelepon Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam beberapa hari terakhir.
Sementara Indonesia telah menyatakan kekhawatirannya tentang proposal tersebut, Singapura – yang telah menjadi tuan rumah kapal selam bertenaga nuklir Amerika – dikatakan nyaman dengan langkah tersebut.
Mantan perdana menteri Partai Buruh Kevin Rudd, yang pemerintahnya pertama kali mengadopsi kebijakan untuk memperoleh armada kapal selam baru pada 2009, telah menyuarakan skeptisisme atas langkah tersebut, dengan mengatakan program penggantian kapal selam telah "berhenti" selama delapan tahun terakhir.
Share
