Institusi penelitian yang berbasis di New York, CB Insights, telah mengeluarkan laporan yang berjudul "The Global Unicorn Club", dengan Go-Jek ada di posisi ke 19.
Menurut riset itu, dari total 335 perusahaan Unicorn di dunia dengan valuasi di atas 1 milar dolar, yangmana 19 diantaranya berstatus Decacorn.
Untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang sejenis, Go-Jek masih kalah Grab yang memiliki valuasi 11 miliar dolar dan juga Uber yang mencapai 72 miliar dolar.
Go-Jek menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan menjadi pemain terdepan di pasar Asia Tenggara.
"Jumlah Weekly Active Users GOJEK bahkan 55 persen lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi sejenis di Indonesia, berdasarkan data dari platform analisa yang sama," jelas Chief of Corporate Affairs Go-Jek Group Nila Marita seperti dikutip CNBC Indonesia.
"GOJEK bukan hanya berfokus untuk terus menjadi pilihan utama dan memberikan layanan terbaik bagi para pengguna di Indonesia, tetapi juga untuk membawa harum nama bangsa dengan menjadi pemain terdepan di pasar Asia Tenggara."
Di tahun lalu Go-Jek berhasil menghimpun dana hingga 1,5 miliar dolar AS dari sejumlah investor. Pada awal tahun ini mereka juga berhasil memperoleh dana 1 miliar dollar AS.
Go-Jek telah berusaha melakukan ekspansi ke sejumlah negara di Asia Tenggara dan mengoptimalkan layanan pembayaran digital melalui Go-Pay.
