Presiden Indonesia Minta Kesepakatan Freeport Beres Sebelum Akhir 2018

Presiden Indonesia Joko Widodo meminta agar permasalahan yang menghambat rencana negara itu untuk mengakuisisi saham mayoritas di tambang raksasa Grasberg dari Freeport-McMoRan Inc di Papua "segera" diakhiri.

An aerial photograph of Grasberg mine run by a local unit of Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. taken on Feb. 17, 2006 in Papua province

An aerial photograph of Grasberg mine run by a local unit of Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. taken on Feb. 17, 2006 in Papua province Source: AAP Image/AP Photo/Environment Ministry, Rasio Ridhosani, HO

Kesepakatan, yang akan memberi Indonesia dan perusahaan tambang milik negara PT Inalum sebesar 51,23 persen saham di PT Freeport Indonesia, bertujuan untuk mengakhiri perselisihan yang terjadi bertahun-tahun terkait hak kepemilikan atas tambang Grasberg, tambang emas terbesar dan tembaga terbesar kedua di dunia.

Namun serangkaian transaksi yang direncanakan bernilai 3,85 miliar dolar itu masih bergantung pada ijin khusus yang diperoleh Inalum atas tambang tersebut, yangmana memerlukan ijin lingkungan terkait dengan pembuangan limbah serta masalah regulasi lainnya.

Pekan lalu Papua menolak usulan struktur kepemilikan saham, yangmana berdasar struktur tersebut provinsi itu secara tidak langsung akan memiliki 10 persen unit lokal Freeport. Hal ini berpotensi menunda disetujuinya kesepakatan tersebut.

"Saya minta semua tahapan proses divestasi itu bisa diselesaikan dan sudah final kita harapkan sebelum akhir tahun 2018 ini, semuanya rampung, ujar Widodo saat pertemuan dengan Inalum, Gubernur Papua Lukas Enembe serta peabat pemerintahan lainnya.

Presiden juga telah meminta rincian tentang masalah lingkungan, menurut pernyataan di situs sekretaris kabinet.

"Kita akan gunakan (akuisisi ini) sebesar-besarnya untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, utamanya rakyat Papua," kata presiden yang biasa dipanggil Jokowi itu.

Indonesia's President Joko Widodo waits to meet Australia's Prime Minister Scott Morrison at a bilateral meeting during the 2018 ASEAN Summit in Singapore, Wednesday, November 14, 2018.
Indonesia's President Joko Widodo waits to meet Australia's Prime Minister Scott Morrison at a bilateral meeting during the 2018 ASEAN Summit in Singapore Source: AAP Image/Mick Tsikas

Menurut Enembe, Widodo juga menuntut agar transaksi dilakukan dengan “sangat hati-hati” guna mencegah intervensi oleh pihak ketiga.

Enembe mengacu pada skandal tahun 2015 yang dikaitkan dengan Grasberg, dimana mantan juru bicara parlemen Indonesia dituduh melakukan percobaan pemerasan atas saham senilai 1,8 miliar dolar dari Freeport, sebagai bagian dari divestasi mayoritas wajib.

"Hal seperti itu tidak bisa terjadi lagi," kata Enembe dalam siaran pers.

Setelah kesepakatan selesai, Papua akan "memegang 10 persen saham dan Papua juga akan memiliki hak terkait agenda Freeport kedepannya," ungkapnya.

Seorang juru bicara Inalum mengkonfirmasi pertemuan yang terjadi hari Kamis tersebut tetapi mengatakan dia tidak dapat berkomentar lebih lanjut.


Share

2 min read

Published

Updated

Source: Reuters



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now