Presiden Indonesia Tunda Kenaikan BBM, Tunggu Evaluasi

Presiden Indonesia menunda kenaikan harga BBM yang diumumkan sebelumnya sehingga perusahaan energi negara Pertamina dapat bersiap, ujar juru bicara Kementerian Energi Agung Pribadi kepada Reuters pada hari Rabu.

Indonesia's national oil and gas company, Pertamina.

Indonesia's national oil and gas company, Pertamina. Source: Wikimedia Commons/Yoshi Canopus/CC BY-SA 3.0

Sebelumnya, Pribadi menyampaikan bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan kisaran harga bensin RON (Research Octane Number) 88 (atau yang biasa disebut dengan istilah 'Premium') menjadi Rp. 6.900-7.000 ($ 0,45- $ 0,46) per liter, dari Rp. 6.450-6,550 karena kenaikan tajam harga minyak mentah.

“Hal ini ditunda karena Pertamina belum siap. Kami sedang mengevaluasi,” ungkap Pribadi, menambahkan bahwa perintah ini datang dari Presiden.

Bensin RON 88, dijual oleh Pertamina, tidak disubsidi tetapi harganya diatur oleh pemerintah. Pertamina sebelumnya mengatakan pihak mereka menjual bahan bakar tersebut dengan kerugian. ($ 1 = Rp. 15.198,00).

(Reporting by Bernadette Christina Munthe; Writing by Gayatri Suroyo; Editing by Simon Cameron-Moore)


Share

1 min read

Published

Source: Reuters



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now