Anak-anak Australia yang suka menonton televisi menjadi sasaran para produsen makanan, dengan penelitian baru menunjukkan bahwa iklan yang mempromosikan makanan tidak sehat ditayangkan dua kali lipat lebih banyak pada jam-jam puncak anak-anak menonton.
Penelitian tersebut mendapati bahwa anak-anak terpapar hingga sebanyak 1000 iklan makanan cepat saji di TV, pada satu jaringan di tahun 2016.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Paediatrics and Child Health, perkiraan "konservatif" ini setara dengan kurang lebih lima jam menonton dengan terus-menerus.
Adjunct Professor John Kelly, CEO dari National Heart Foundation - yang menugaskan dilakukannya penelitian tersebut - menggambarkan hasil ini sebagai 'hal yang mencemaskan'.
Para peneliti di University of Adelaide bekerja bersama dengan para insinyur telekomunikasi untuk membuat sebuah sistem pemantauan TV yang dipesan sebelumnya, guna menangkap jumlah iklan yang ditayangkan pada satu jaringan TV (dengan empat saluran) selama satu tahun.
Secara keseluruhan, tercatat lebih dari 100.000 iklan makanan dalam 30.000 jam tayang televisi yang dipantau pada tahun 2016.
Makanan ringan, daging balut tepung, makanan cepat saji, serta minuman manis merupakan beberapa iklan yang paling sering ditayangkan.
Menurut analisis yang dilakukan, anak-anak dua kali lipat terpapar iklan makanan yang tidak yang sehat dibandingkan dengan iklan makanan sehat.
"Saat dimana paling banyak anak menonton televisi juga merupakan saat dimana iklan makanan-makanan tidak sehat paling banyak ditayangkan," jelas peneliti utama Profesor Lisa Smithers.
Prof Smithers mengatakan penelitian ini menegaskan bahwa anak-anak Australia 'banyak terpapar' iklan makanan cepat saji.
"Secara rata-rata data Australia menunjukkan bahwa anak-anak usia antara lima hingga delapan tahun menonton TV hingga 80 menit per hari," ungkap Prof Smithers.
"Dengan menggunakan perhitungan 24 jam, perkiraan konservatif kami menunjukkan bahwa anak-anak kemungkinan akan terpapar lebih dari 800 iklan makanan tidak sehat - yangmana sekitar empat jam tayangan terus-menerus."
Namun angka tersebut mungkin lebih tinggi, tambahnya.
"Jika kita benar-benar melihat pada waktu saat kebanyakan anak menonton TV, sekitar lebih dari 200.000 anak yang menonton, maka perhitungannya akan lebih dari itu. Akan ada sebanyak seribu iklan ditonton dengan lebih dari lima jam total durasi iklan makanan tidak sehat, jadi paparannya sangat banyak," ujar Prof Smithers.
"Satu masalah lain yang perlu diingat adalah ini hanya televisi, anak-anak juga terpapar iklan dari media lainnya," tambahnya.
Kini diharapkan ada lebih banyak tindakan yang diambil untuk melindungi anak-anak dari pengaruh iklan makanan cepat saji.
"Masalah yang berkaitan dengan pola makan menjadi penyebab utama penyakit di Australia, dan WHO menyampaikan bahwa pemasaran makanan mempengaruhi jenis makanan apa yang dipilih oleh anak-anak, memintanya pada orangtua mereka, dan mengkonsumsinya," jelas Prof Smithers.
"Para ahli kesehatan, nutrisi, dan kebijakan Australia setuju bahwa mengurangi paparan iklan 'junk food' terhadap anak-anak merupakan bagian penting dari usaha mengatasi obesitas dan ada dukungan besar dari publik bagi lebih ketatnya regulasi periklanan guna melindungi anak-anak," ungkapnya.
