Peluncuran yang disaksikan sekitar 30 orang tamu undangan tersebut dihadiri oleh Konjen RI Sydney, Heru Hartanto Subolo beserta isteri, Sinta Subolo sebagai tamu kehormatan. Turut hadir juga adalah Magdaline Shenton-Kaleido selaku Team Leader, Emerging Communities dari Advance Diversity Services (ADS).
“Dalam catatan saya, saat ini terdapat lebih dari 10 organisasi seni dan budaya Indonesia di negara bagian New South Wales. Kehadiran IACC akan menjadi wadah baru yang memperkuat promosi Indonesia, khususnya seni dan budaya Indonesia di Australia”, ungkap Konjen Subolo dalam sambutannya.
IACC merupakan organisasi seni dan budaya Indonesia yang baru terbentuk atas dukungan manajemen dari ADS, dan telah mendapatkan dukungan pendanaan dari pihak Bayside Council dan South Eastern Sydney Local Health District untuk kegiatan-kegiatannya ke depan. Ditunjuk sebagai Ketua IACC adalah Theresia Tomahu, seorang diaspora Indonesia yang juga adalah seorang penyanyi. Sementara itu ADS sendiri adalah sebuah organisasi nirlaba di Rockdale yang menyediakan pelayanan untuk membantu para pendatang baru yang ingin menetap di Australia dengan menyediakan informasi mengenai budaya, hukum, kesehatan, pendidikan, dan cara hidup Australia yang multikultur.
“Saya ingin garis bawahi pentingnya kolaborasi dan inklusifitas. Saya mendorong IACC untuk berkolaborasi dengan organisasi-organisasi sejenis dalam mempromosikan seni dan budaya Indonesia di Australia. Kolaborasi, bukan kompetisi, dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam menghadirkan Indonesia di tengah-tengah masyarakat Australia”, ujar Konjen Heru Subolo.
Sejalan dengan pesan Konjen Heru Subolo, Magdaline dari ADS dalam sambutan menegaskan bahwa IACC akan menjadi klub seni budaya Indonesia yang terbuka bagi setiap orang, yang ingin berpartisipasi, baik untuk mengembangkan bakatnya maupun yang ingin belajar mengenai seni dan budaya Indonesia.
