“Pesawat ini sebelumnya terbang dari Denpasar ke Cengkareng (Jakarta). Ada laporan tentang masalah teknis yang telah diselesaikan sesuai prosedur, ungkap ”Edward Sirait kepada wartawan, menolak untuk menyampaikan rincian masalah tersebut.
Ia mengatakan Lion telah mengoperasikan 11 pesawat dengan model yang sama, Boeing 737 Max 8, dan pesawat-pesawat yang lainnya tidak memiliki masalah teknis yang sama. Sirait mengatakan tidak ada rencana untuk memberlakukan larangan terbang bagi armada Boeing 737 Max 8-nya yang lain.
Pesawat naas itu kehilangan kontak dengan petugas lapangan tak lama setelah sang pilot meminta untuk kembali ke pangkalan, sekitar 13 menit setelah lepas landas, menurut pihak berwenang.
Tidak ada tanda-tanda ada yang selamat dari pesawat Lion Air JT610, Boeing 737 MAX 8 yang masih baru tersebut, dan petugas penyelamat mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menemukan beberapa bagian dari tubuh jenazah dari lokasi kecelakaan, sekitar 15 km (9 mil) di lepas pantai.
Dilaporkan ada 30 karyawan pemerintah menjadi penumpang pesawat tersebut - 10 karyawan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan 20 karyawan Kemeterian Keuangan (Kemenkeu).
Empat karyawan PT Timah dan 3 karyawan dari sebuah anak perusahaan Timah berada dalam pesawat itu. Seorang pejabat Lion Air mengatakan seorang penumpang Italia dan seorang pilot India juga ada dalam pesawat tersebut.
Boeing sangat sedih dengan kehilangan itu, ungkapnya dalam sebuah pernyataan, dan siap untuk memberikan bantuan teknis untuk penyelidikan.