Gempa Lombok: Korban Jiwa Lebihi Seratus sementara Ribuan Lainnya Nantikan Bantuan

Tim penyelamat di Lombok masih bekerja untuk mengeluarkan para korban dari reruntuhan bangunan setelah gempa mengakibatkan lebih dari 100 orang meninggal dunia.

Lombok island earthquake: Death toll tops 100 as thousands wait for aid

Lombok island earthquake: Death toll tops 100 as thousands wait for aid Source: SBS News

Jumlah korban jiwa akibat gempa kuat yang menghantam pulau wisata Lombok di Indonesia melebihi 100 orang pada hari Selasa kemarin setelah tim penyelamat berhasil menemukan sejumlah korban di bawah runtuhan bangunan, sementara ribuan warga di wilayah yang paling buruk terdampak gempa kehilangan tempat tinggalnya dan menunggu datangnya bantuan.

Seorang perempuan berhasil dikeluarkan dari reruntuhan sebuah toko bahan makanan di sebelah Utara pulau itu, dekat pusat gempa berkekuatan 6,9 yang merupakan gempa kedua dalam seminggu yang mengguncang pulau tropis tersebut.  

Penyelamatan ini menjadi secercah kabar baik mengingat harapan untuk menemukan korban selamat mulai pudar dan krisis kemanusiaan mulai membayangi dimana ribuan warga di daerah pedesaan kehilangan tempat tinggal serta sangat membutuhkan air bersih, makanan, obat-obatan, dan tempat berlindung.   

Indonesian soldiers look for victims at a collapsed house in Lombok following the Indonesian earthquake.
Indonesian soldiers look for victims at a collapsed house in Lombok following the Indonesian earthquake. Source: Getty Images

Menurut Sutopo Purwo Nugroho, juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban kini mencapai 105 orang, termasuk 2 korban di pulau Bali yang bersebelahan dengan Lombok, dimana guncangan gempa juga ikut dirasakan - dan jumlah ini diperkirakan akan masih bertambah.

Sebelumnya pada 29 Juli, Lombok telah diguncang gempa dengan kekuatan sebesar 6,4 yang menewaskan 17 orang dan sempat membuat para pendaki terdampar di lereng gunung api Rinjani. 

Rescue teams search for victims in the rubble caused by an earthquake at a Mosque in North Lombok, Indonesia, Monday, Aug. 6, 2018.
Rescue teams search for victims in the rubble caused by an earthquake at a mosque in North Lombok, Indonesia. Source: AAP

Indonesia berada di cincin api Pasifik dan biasa diguncang gempa. Pada tahun 2004, tsunami di Samudera Hindia menewaskan 226.000 orang di 13 negara, termasuk lebih dari 120.000 jiwa di Indonesia. 

Beberapa bangunan masih berdiri di Kayangan di ujung Utara pulau Lombok, dimana penduduk mengatakan pada Reuters bahwa sebanyak 40 orang meninggal dunia. 

Beberapa penduduk desa menggunakan palu dan tali untuk mulai membersihkan puing-puing rumah yang hancur, tetapi yang lain, yang trauma dengan gempa susulan, terlalu takut untuk berada jauh dari tenda dan terpal yang didirikan di ruang terbuka.

Hanya ada sedikit bantuan pemerintah untuk daerah tersebut, dimana kebutuhan terbesar saat ini adalah untuk air dan makanan, karena sumber air tanah telah terhalang karena gempa dan toko-toko telah hancur atau terbengkalai.

Sekitar 75 persen dari wilayah utara pulai itu telah tanpa listrik sejak hari Minggu, kata pihak berwenang, dan beberapa masyarakat sulit dijangkau karena jembatan-jembatan rusak serta pepohonan, batu dan pasir berserakan di jalanan yang retak terbuka lebar akibat gempa.

"Ribuan warga telah pindah ke wilayah-wilayah yang tersebar," jelas Sutopo dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.

"Mereka pindah ke perbukitan di mana mereka merasa lebih aman. Sulit bagi bantuan untuk mencapai mereka. Kami meminta agar warga turun dan berpindah mendekati lokasi penampungan."

Lembaga bantuan Oxfam mengatakan pihak mereka telah menyediakan air minum bersih dan tempat penampungan dari terpal untuk 5.000 orang yang selamat, tetapi kebutuhannya jauh lebih besar, dengan lebih dari 20.000 orang diperkirakan telah kehilangan tempat tinggal.

"Ribuan orang... beratapkan langit dan membutuhkan air minum, makanan, obat-obatan, dan pakaian," ungkap mereka dalam sebuah pernyataan. "Air minum bersih sangat langka dikarenakan cuaca kering yang ekstrim."

Sementara itu ribuan wisatawan telah meninggalkan Pulau Lombok sejak Minggu malam karena khawatir akan adanya gempa susulan. Beberapa dari mereka naik penerbangan tambahan yang disediakan oleh sejumlah maskapai penerbangan dan beberapa lainnya menggunakan kapal feri ke Bali.  

Pihak berwajib menyampaikan sekitar 4.600 wisatawan asing dan domestik telah dievakuasi dari tiga Pulau Gili di sebelah Barat Laut Lombok, dimana dua orang tewas dan ketakutan akan terjadinya tsunami menyebar segera setelah terjadinya gempa. 

Saffron Amis, seorang mahasiswa Inggris yang berada di Gili Trawangan - pulau terbesar dari tiga pulau itu dan dikelilingi oleh pantai putih dan laut biru kehijauan - mengatakan sedikitnya 200 orang terdampar di sana dengan lebih banyak lagi yang datang dari dua pulau lainnya, Gili Air dan Gili Meno.

"Kami masih tidak memiliki sambungan wi-fi dan listrik yang terbatas. Gili Air sudah kehabisan air dan makanan sehingga mereka yang di sana datang ke sini," jelasnya pada Reuters melalui pesan teks, dimana kemudian menambahkan bahwa dirinya telah berada di kapal menuju ke pulau utama dalam perjalanan ke Bali. 


Share

4 min read

Published

Updated

Source: Reuters, SBS



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now