Marinka: Pemandu Anda Menikmati Makanan Terlezat di Indonesia

Salah satu koki paling populer di Indonesia berbagi bermacam-macam makanan lezat di negara itu bersama dengan dua orang Aussie, dan mereka membuat sesuatu yang spektakuler.

Rinrin Marinka travels across Indonesia to explore the country's diverse and delicious food offerings

Rinrin Marinka travels across Indonesia to explore the country's diverse and delicious food offerings. Source: Food Network / Wonderful Indonesia Flavours

Jika Anda termasuk salah satu dari ribuan orang Australia yang mengunjungi Bali setiap tahunnya, Rinrin Marinka berbagi hasrat yang sama dengan Anda. "Di dalam hati, rumahku adalah Bali!", koki populer Indonesia itu berkata dengan tertawa saat Food Network menghubunginya melalui sambungan telepon dari Jakarta. Namun seperti yang ditunjukkannya kepada dua orang tamu di Wonderful Indonesia Flavours, Indonesia merupakan negara yang memiliki budaya kuliner yang sangat bervariasi; mulai makanan yang kurang dikenal dari wilayah pedalaman Raja Ampat di Barat Papua hingga ke tradisi Jawa-Belanda dari kota warisan Solo, serta hidangan penutup gula aren dan kelapa dari Tomohon. 

"Saya selalu menginginkan untuk memiliki acara yang dapat menunjukkan berbagai makanan Indonesia, karena makanan Indonesia sangat berbeda, satu tempat dengan yang lainnya," kata Marinka (yang memiliki nama asli Maria Irene Susanto, namun lebih dikenal secara profesional dengan nama Marinka, dan dipanggil Rin oleh teman-teman dan keluarganya). 

Dalam Wonderful Indonesia Flavours (setiap Senin - Jumat malam pk. 18.30, mulai Senin 2 April), Marinka berkeliling Indonesia bersama dengan koki-koki Australia Tobie Puttock dan Darren Robertson untuk bertemu petani, koki rumahan, serta koki profesional, dan menggali budaya dan makanan setempat, mulai makanan pinggir jalan hingga resep-resep kerajaan bersejarah. 

1197399107623_03291003_image105617_full.jpg

Berkumpul bersama orang-orang Australia pecinta makanan bukanlah hal baru bagi bintang televisi Indonesia dan pemilik rumah makan ini - Marinka pernah tinggal di Australia selama delapan tahun. Setelah datang ke Australia untuk belajar desain dan komunikasi visual, ia terus tinggal untuk mengejar kecintaannya dalam memasak, dengan melanjutkan pendidikan di Le Cordon Bleu di Sydney dan bekerja di industri makanan di sini sebelum kembali ke kota asalnya, Jakarta, di tahun 2005. Sejak saat itu, dirinya menjadi seorang pembawa acara TV yang populer (termasuk sebagai salah satu juri di acara MasterChef Indonesia) dan juga guru memasak, serta menjalankan sebuah cafe makanan sehat di Jakarta.

Makanan Aussie kegemarannya saat di sini? "Es krim Gaytime!" ujarnya.

Meski demikian Marinka juga sama senangnya saat menyendok semangkuk sup ikan kuah asam (sup ikan dan nasi ala Manahasa) dengan saat dirinya menikmati jajanan manis yang lengket di pinggir jalan - dimana kedua hal tersebut dilakukannya dalam episode pertama serial ini, saat ia membawa koki asal Sydney Darren Robertson ke Tomohon di wilayah Indonesia tengah. Marinka mengatakan dirinya menyukai baik itu makanan manis ataupun gurih - "Saya tidak dapat memilih diantara keduanya, karena setelah makan makanan gurih, Anda ingin makanan yang manis!". 

Dalam seri awal acara ini, Marinka berkeliling dengan Robertson, atau juga koki asal Melbourne Tobie Puttock, berganti-ganti teman perjalanan untuk mencapai tujuan wisata di seluruh negeri. Ia adalah seorang pemandu yang cerdas dan penuh semangat, menunjukkan pada koki manapun yang sedang menemaninya "semua tempat makanan enak", seperti yang dikatakannya dalam acara ini (enak artinya lezat - dan menjadi penjelasan yang tepat atas apa yang mereka dapatkan!). Di setiap akhir kunjungannya, Marinka bersama dengan teman seperjalanannya melakukan demo masak di depan sekelompok komunitas setempat, yangmana kemudian langsung dapat membuat versinya sendiri. 

wif-s2-ep-3.jpg?itok=_EDC5IXB&mtime=1522274972

Tobie Puttock and Rinrin Marinka in Yogyakarta

Perjalanan kuliner mereka membawa mereka mulai dari gerobak pinggir jalan hingga istana-istana kerajaan, dan bahkan hingga ke sebuah rumah makan Indonesia yang menyediakan sentuhan molekuler gastronomi. Bergabunglah dengan perjalanan mereka dan Anda akan tidak sabar ingin segera menggigit kerak telor, omelet beras ketan renyah yang dijual pedagang kaki lima di Jakarta; memasukkan sendok ke dalam semangkuk kuah kuning, sup ikan kuning yang menyolok dari Raja Ampat; atau mencoba salah satu makanan penutup kegemaran Marinka, wedang ronde - bola-bola dari tepung beras berisi remahan kacang, disajikan dengan sirup jahe hangat.  

wif-s2-ep2.jpg?itok=EdqQLpjq&mtime=1522281237

Kerak telor is a spicy rice flour and egg omelette, usually served topped with crunchy coconut, shallots and dried shrimp.

Robertson, yang menjadi bagian dari tim Three Blue Ducks, dan juga tim di belakang satu rumah makan baru di Bondi bernama Rocker, sudah menjadi penggemar Indonesia. "Saya sudah pernah ke sana beberapa kali, untuk mengeksplorasi makanannya, budayanya, dan juga berselancar, benar-benar mencintainya!" ucapnya pada Food Network. "Hal yang paling mengejutkan sebenarnya adalah sangat berbedanya makanan di satu wilayah dengan wilayah yang lainnya."

"Dengan cepat nampak jelas betapa dicintainya Marinka dan betapa bersemangatnya ia terhadap makanan dan masyarakatnya. Ia meluangkan waktu untuk semua orang termasuk saya, dan saya bersyukur karenanya."

wif_rinrin-and-darren.jpg?itok=b5yHV_aQ&mtime=1522275136

Darren Robertson and Rinrin Marinka cook a demonstration for locals.

Sarannya untuk orang Aussie yang berencana mengunjungi Indonesia? 

"Pergilah ke pasar untuk mengeksplor apa yang ditanam dan dimakan oleh orang-oleh setempat. Tantang diri Anda, cicipi makanan yang belum pernah Anda coba karena seringkali justru itu yang paling mengesankan." 

Robertson memiliki jadwal yang sibuk di tahun ini dimana satu rumah makan Three Blue Ducks akan dibuka di Brisbane tahun ini, dan anak keduanya akan lahir pada bulan Agustus, serta "mungkin satu perjalanan kembali ke Indonesia tidak lama lagi!"  

Dengan Puttock menjadi "pengunjung" tunggal di seri kedua, ia dan Marinka menghabiskan lebih banyak waktu berdua, dan menjadi teman baik, dimana mereka bertemu kembali saat Marinka mengunjungi Melbourne di tahun lalu. 

wif-s1-ep2-solo.jpg?itok=P7yoqNWu&mtime=1522579908

Tobie Puttock and Rinrin Markinka eat ronde from a street stall in Solo

"Marinka seperti seorang saudara perempuan bagi saya. Kami menikmati proses filming bersama dan ia sangat menyukai makanannya," ujar Puttock. "Sangat menyenangkan bersama dengan dia karena ia menjelaskan semuanya dan saat tiba giliran saya memasak, saya selalu mendapatkan inspirasi ide darinya."

"Seperti kebanyakan Aussie saya pernah berlibur ke Bali. Saat itu di tahun 2000 jadi sudah lama sekali dan saya tidak benar-benar melihat apapun atau juga merasakan makanan Indonesia saat berada di sana. Perjalanan kali ini... merupakan satu kepuasan yang besar. Kami dapat mencicipi makanan khas dari setiap tempat yang kami kunjungi - dan memahami "mengapa"-nya adalah yang membuat saya memiliki kecintaan pada makanan ."

Perjalanan seri kedua akan ke daerah tujuan seperti Padang, Bali, Jakarta, dan Lombok, dimana Marinka dan Puttock akan memasak makanan termasuk rendang, serta ketoprak versi Marinka, satu makanan vegetarian dengan saus kacang. Saus kacang, ujar Marinka, adalah satu kekhasan dari makanan Batavia (yang dikenal juga dengan Betawi) di Jakarta. "Kami memiliki sayuran acar dengan saus kacang, dan kemudian ada gado-gado yang juga dengan saus kacang. Selain itu ada juga nasi kelapa dengan ayam goreng juga dengan saus kacang....," ucapnya, menyebut daftar panjang makanan. "Ada banyak saus kacang di Jakarta!"

Kontribusi Marinka sendiri bagi kuliner Jakarta adalah Mars Kitchen, sebuah cafe makanan sehat.

"Rumah makan ini didirikan tiga tahun lalu. Inspirasinya datang dari ayah saya karena Beliau menderita diabetes dan sakit jantung, jadi sebelum saya menempuh studi di Le Cordon Bleu saya ingin memasak bagi Beliau, itulah mengapa saya sering bereksperimen. Beliau menyukai makanan enak. Ibu saya tidak terlalu sering memasak, jadi saya ingin memasak sesuatu yang lezat untuk Beliau, namun tetap sehat."

"Saya selalu menginginkan untuk memiliki sebuah rumah makan sehat yang sederhana, yang melayani orang yang memiliki kebutuhan yang berbeda."

wif_rinrin-in-tomohon-s1.jpg?itok=Yl-7wLKD&mtime=1522282718

Rinrin Marinka in Tomohon, the Flower City, which she explores in the first episode of Wonderful Indonesia Flavours.

Disamping Mars Kitchen, Marinka juga melakukan demo masak, tampil di acara memasak di Indonesia berjudul At Home with Marinka, merekam untuk YouTube channel -nya, dan sedang menulis buku memasak, yang diharapkannya akan diterbitkan di akhir tahun ini. "Cukup merepotkan" ujarnya; ia bersantai dengan menyanyi.

"Saya senang keluar dengan teman-teman saya dan berkaraoke! Jujur, saya senang berada seorang diri, membaca buku, dan menonton film, jadi saya bersantai seorang diri di rumah.

Jadwalnya yang padat berarti harus menunda kunjungannya ke Australia yang awalnya direncanakan pada bulan Juli, namun ia berharap dapat menyelipkan sedikit waktu di tahun ini. "Saya rindu Australia!" 

Untuk sekarang, "Saya harap Anda menyukai Wonderful Indonesia Flavours dan semakin menyukai Indonesia, dan Anda ingin berkunjung suatu saat nanti." 


Share

7 min read

Published

Updated

By Kylie Walker



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now