Melampiaskan tekanan pandemi di Melbourne: pelukan virtual untuk Daniel Andrews atau menjerit di beranda

Di media sosial Facebook mencuat dua acara virtual yang digagas untuk mengajak warga Melbourne melampiaskan tekanan akibat pandemi dan pembatasan virus corona.

Peristiwa virtual di Facebook untuk melampiaskan tekanan pandemi di Melbourne

Peristiwa virtual di Facebook untuk melampiaskan tekanan pandemi di Melbourne Source: Facebook

Belum ada berita baik dari Melbourne akhir-akhir ini.

Kurva penambahan kasus baru COVID-19 di Melbourne belum menunjukkan tanda-tanda melandai dan warga harus menghadapi pembatasan yang semakin ketat.

Di media sosial Facebook mencuat dua acara virtual yang mengajak warga Melbourne melampiaskan tekanan akibat pandemi dan pembatasan virus corona.

Acara yang digagas Christian Bernstein ini dijadwalkan dua hari, 14-16 Agustus untuk memberi dukungan bagi Dan Andrews sebagai sosok paling disorot dalam penanganan pandemi corona di Victoria. 

"Seperti yang kita semua tahu, Dan Andrews terlihat lelah dan putus asa," tulis Bernstein pada deskripsi hajatan virtualnya di Facebook.

"Ini adalah peristiwa dimana kita dapat hadir secara virtual untuk menunjukkan kepadanya bahwa dia mendapat dukungan dari orang Victoria, dan kita menghargai kerja kerasnya yang luar biasa dalam menjaga kita tetap aman."

Hampir setiap hari, termasuk akhir pekan, Andrews menyampaikan informasi tentang perkembangan virus corona di Victoria, termasuk jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dalam 24 jam.

Pada Rabu 5 Agustus, Victoria mencatat rekor baru penambahan 725 kasus baru COVID-19 positif, dengan 15 pasien meninggal yang 12 diantaranya dari penghuni panti jompo. 

Salah satu pasien meninggal dunia adalah pria berusia 30an tahun, sementara mayoritas dari total 162 kematian pasien COVID-19 di Victoria selama ini adalah dari warga berusia di atas 70 tahun.  

Bernstein mengutip ucapan Andrews yang mengatakan tidak ada 'buku pegangan' untuk pandemi global.

Christian menambahkan pelukan juga perlu untuk Kepala Pejabat Kesehatan Victoria Dr. Brett Sutton dan para penerjemah bahasa isyarat dari Auslan yang selalu mendampingi pejabat pemerintah menyampaikan informasi perkembangan virus corona agar bisa diketahui oleh warga tuna rungu.

Hajatan virtual kedua adalah ajakan bagi warga Melbourne untuk berdiri di beranda rumah masing-masing dan berteriak yang digagas oleh Tessethia Von Tessle Roberts.

Pelampiasan massal ini dijadwalkan pada hari Jumat 7 Agustus pukul 7 malam.

"Covid sialan. Semua orang sedih. Berdiri saja di beranda rumah Anda dan berteriak sampai Anda merasa sedikit lebih baik," tulis Roberts pada deskripsinya yang singkat.

"Mari kita semua bersatu dalam depresi kita bersama."

Anda tertarik untuk ikut yang mana?


Share

3 min read

Published

Updated

By Alfred Ginting


Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps
SBS Audio
SBS On Demand

Listen to our podcasts
Independent news and stories connecting you to life in Australia and Indonesian-speaking Australians.
Ease into the English language and Australian culture. We make learning English convenient, fun and practical.
Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS
SBS Indonesian News

SBS Indonesian News

Watch it onDemand