Melbourne telah mempertahankan kedudukannya sebagai kota terbaik untuk ditinggali di dunia untuk tahun yang keenam berturut-turut, menurutEconomist Intelligence Unit.
The EIU’s Global Liveability Ranking mensurvei 140 kota di seluruh dunia untuk tantangan gaya hidup. Menurut temuan terbaru, livability telah memburuk di 29 dari 140 kota yang disurvei selama 12 bulan terakhir.

Liveability Rating score kota-kota dalam tantangan yang dihadapi oleh seorang individu mungkin tentang stabilitas, kesehatan, budaya, lingkungan, pendidikan dan infrastruktur.
Melbourne mencetak nilai 97,5 dari 100, satu basis poin lebih dari Vienna di Austria.

Vancouver dan Toronto di Canada berada para peringkat ke 3 dan 4.
Dua kota besar Australia lainnya, Perth dan Adelaide juga berada pada peringkat 7 besar.
Walikota Melbourne Lord Mayor Robert Doyle mengatakan titel itu adalah sesuatu yang bisa dibanggakan oleh warga Melbourne.

"Once again, we excelled in the five criteria: stability, healthcare, culture and environment, education and infrastructure," demikian dikutip oeh ABC .
"We do not take this title for granted and are constantly planning and implementing policies that will continue to improve our quality of life."
Mr Doyle mengatakan City of Melbourne akan terus bekerja sama dengan semua tingkatan pemerintah untuk meyakinkan Melbourne akan tetap menajdi tempat yang nyaman untuk ditinggali.
.

Menurunnya livability sebagian beasr disebabkan olehketakutan terhadap "terrorisme" dimana lebnihdari seribu laporan tentang penyerangan pada tahun 2016, dengan insiden di Perancis, Turki, AS dan Belgia merupakan sorotan utama.
Faktor seperti kerusuhan sosial di banyak kota di AS karena kematian warga kulit hitam dalam tahanan polisi, ketegangan di Eropa Timur dan Asia, dan perang sipil yang sedang berlangsung di Ukraina, Suriah dan Libya telah diperparah penurunan itu.
