Mulai tahun depan, para siswa sekolah negeri di Victoria akan dilarang menggunakan ponsel mereka.
Siswa harus mematikan ponsel mereka dan menyimpannya di dalam loker hingga bel terakhir, seperti diumumkan oleh Menteri Pendidikan James Merlino.
"Hal ini akan menghilangkan gangguan besar dari ruang kelas kita sehingga guru dapat mengajar, dan siswa dapat belajar di lingkungan yang lebih fokus, positif dan mendukung," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Setengah dari kaum muda pernah mengalami cyberbullying.
"Dengan melarang ponsel, kita bisa menghentikannya di gerbang sekolah."
Dalam keadaan darurat, orang tua atau wali dapat menghubungi anak mereka dengan menelepon ke sekolah.
Satu-satunya pengecualian larangan ini adalah ketika siswa menggunakan ponsel untuk memantau kondisi kesehatan, atau ketika guru menginstruksikan pada siswa untuk membawa ponsel mereka untuk kegiatan tertentu di kelas.
Larangan ini akan dimulai dari term satu di tahun 2020.
Larangan ini disampaikan setelah McKinnon Secondary College melarang ponsel di area sekolahnya dan melaporkan bahwa siswa lebih fokus saat pelajaran dan berkomunikasi lebih banyak di halaman sekolah.
Pada bulan Februari 2018, jelang pemilihan negara bagian bulan November, pihak Liberal mengumumkan kebijakan untuk melarang siswa menggunakan telepon di ruang kelas.
Pada saat itu pemerintah Andrews mengatakan larangan ini adalah keputusan masing-masing sekolah.
"Saya kira imitasi kebijakan adalah bentuk sanjungan terbesar," bunyi tweet mantan pemimpin Liberal, Matthew Guy, Selasa malam.
