Sudah hampir 50 tahun sejak Apollo 11 mendarat di bulan dan koin berbentuk kubah diterbitkan di Australia untuk menandai lompatan luar biasa bagi umat manusia tersebut.
Royal Australian Mint mengumumkan tiga koin seri koleksi ini pada hari Rabu untuk merayakan lima dasawarsa sejak pendaratan bulan bersejarah pada bulan Juli 1969.
Koin kubah berlapis nikel, koin kubah emas dan koin kubah berwarna perak yang pertama di dunia ini merupakan bagian dari koleksi yang dibuat dengan percetakan uang logam AS.
Kepala eksekutif Royal Australian Mint Ross MacDiarmid mengatakan, koin-koin itu merayakan kemenangan sains dan usaha manusia di seluruh dunia.
"Kami merasa terhormat dapat berbagi koin kubah berwarna yang unik ini, termasuk set kolaboratif yang luar biasa dengan United States Mint, untuk menandai 50 tahun sejak Australia berbagi perspektif pertama manusia atas permukaan bulan dengan dunia," ujarnya.
Satu sisi dari koin menggambarkan teleskop radio Parkes CSIRO menunjuk ke arah bulan ketika menerima sinyal pendaratan Apollo 11 di bulan.
Kata-kata dari jurnal Komandan Neil Armstrong tentang peristiwa bersejarah itu juga telah dimasukkan pada sisi yang sama dengan gambar Ratu Elizabeth II.
Sisi sebaliknya menunjukkan salah satu dari astronot Apollo 11 berdiri di permukaan bulan, dengan modul bulan Elang di latar belakangnya.
Bumi terlihat jelas dan Australia dapat terlihat menghadap ke bulan, dengan perjalanan awak Apollo 11 terlihat di langit.
Mantan teknisi listrik teleskop radio Parkes dan pengemudi, Ben Lam mengatakan, koin-koin itu mengakui kontribusi mereka dalam membagikan momen pendaratan itu kepada 600 juta orang di seluruh dunia.
Baca selengkapnya di sini.
