Sekitar 900.000 orang warga Australia telah memilih untuk tidak memiliki profil kesehatan digital yang dibuat atas nama mereka sebelum periode untuk keluar ditutup pada 15 November.
Australian Digital Health Agency, badan yang mengoperasikan catatan digital, mengungkapkan angka itu kepada penyelidikan Senat pada Senin malam 17 Sep.
Chief Executive Tim Kelsey mengatakan 3 persen, sekitar 900.000 orang, dari jumlah orang-orang yang memenuhi syarat telah memilih untuk tidak ikut serta.
"Ini secara signifikan lebih rendah dari perkiraan awal yang kami antisipasi dan sejalan dengan contoh internasional lainnya," kata Kelsey.
Chief Executive Officer, Australian Digital Health Agency Tim Kelsey. AAP
Jumlah sebenarnya mungkin sedikit lebih tinggi sementara penghitungan sampai saat ini hanya melibatkan mereka yang memilih keluar melalui telepon atau online.
Formulir untuk pengajuan kelaur yang disediakan di daerah regional dan daerah terpencil, termasuk di dalam komunitas Pribumi, belum dihitung.
Menteri Kesehatan Greg Hunt sebelumnya mengatakan pemerintah memiliki target opt-out kurang dari 10 persen.
Mr Kelsey mengatakan jumlah opt-out konsisten dengan tingkat di Inggris dan Austria, yang memiliki catatan kesehatan digital yang serupa.
Dua bulan sebelum periode opt-out berakhir, mereka yang memiliki profil masih dapat memilih untuk menghapusnya.
Tetapi Kelsey mengatakan ada "lonjakan yang sangat signifikan" dari orang-orang yang meninggalkan skema itu di hari-hari awal periode opt-out, diikuti oleh "penurunan yang signifikan".
My Health Record adalah profil online yang memungkinkan mentransfer dengan mudah rekam medis pasien dari satu dokter atau spesialis ke dokter lain.
Rekaman itu secara teoritis hanya dapat diakses oleh pasien dan dokter mereka, tetapi kritikus skema itu telah menyarankan warga Australia untuk memilih keluar karena privasi dan kekhawatiran keamanan data.
Pada bulan Juli, peretas mencuri 1,5 juta profil dari database kesehatan digital Singapura, termasuk catatan pribadi perdana menteri Singapura.
Pemerintah membuat perubahan signifikan pada skema itu pada bulan Agustus sebagai upaya untuk menghadapi reaksi balik tentang bagaimana catatan kesehatan bisa dilepaskan ke polisi atau lembaga lain.
Di bawah perubahan itu, catatan itu hanya dapat dibagikan tanpa persetujuan jika polisi memiliki perintah pengadilan.
Perubahan itu juga memungkinkan warga dapat dengna sepenuhnya menghapus profil mereka kapan saja di masa mendatang.
Kekhawatiran terhadap Privasi Masih berlanjut
The Law Council of Australia telah menyambut baik perlindungan yang diperkuat tetapi mengatakan pada sidang Senat bahwa catatan anak-anak masih dapat diakses oleh pelaku kekerasan dalam rumah tangga.
Undang-undang yang mendasari skema tersebut, My Health Records Act, memungkinkan mereka dengan "tanggung jawab orang tua" untuk mengakses catatan anak-anak mereka.
Tetapi hukum tidak mengesampingkan yang diatur di bawah Apprehended Domestic Violence Order, sehingga kekhawatiran data kesehatan yang sensitif itu dapat digunakan oleh para pelaku KDRT untuk melacak keluarga yang melarikan diri.
Lokasi praktik medis yang terdaftar dalam catatan itu, misalnya, dapat digunakan untuk mempersempit lokasi.

"Definisi 'orang tua yang bertanggung jawab' di bawah Undang-undang saat ini men yebabkan catatan kesehatan anak-anak rentan untuk disalahgunakan," kata ketua dewan, Morry Bailes.
"Undang-undang itu harus melindungi lokasi dan identitas korban KDRT agar tidak dibagikan dengan para pelaku."
Pemerintah Morrison belum menyetujui amandemen privatnya melalui parlemen atau senat, jadi perubahan lebih lanjut dapat ditambahkan ke rencana undang-undang tersebut.
