Setelah Perdana Menteri Malcolm Turnbull menyerukan agar Paus memberhentikan Uskup Agung Adelaide Philip Wilson, kini giliran para pastor Katolik Australia melakukan hal yang sama, mengatakan bahwa penolakan Wilson untuk mengundurkan diri tersebut telah "melukai".
Pada bulan Mei, Wilson menjadi pastor Katolik paling senior yang dinyatakan bersalah karena tidak mengungkapkan pelanggaran yang dilakukan oleh pastor lainnya kepada polisi.
Dewan Pastoral Nasional mengatakan bahwa posisinya telah dikompromikan dan bahwa kesejahteraan umat Katolik Adelaide harus diutamakan.
"Pihak eksekutif NCP meminta agar Paus Fransiskus memberhentikan Uskup Agung," kata dewan tersebut dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat kemarin.
"Uskup Agung Wilson tetap menduduki jabatannya selama masa persidangannya berlangsung. Ia baru mundur saat dinyatakan bersalah. Perilaku tidak adil ini merupakan penghinaan terhadap keadilan pada umumnya dan menyakitkan hati para imam dan awam."
Wilson yang pada bulan ini dijatuhi hukuman satu tahun tahanan, telah mundur dari jabatannya sebagai Uskup Agung Adelaide, namun tidak mengundurkan diri atau berhenti, menekankan bahwa dirinya hanya akan berhenti jika bandingnya tidak berhasil.
Dewan itu mengatakan bahwa ketika suatu tuduhan dilontarkan pada seorang pastor paroki atau ketika dia dituduh melakukan tindak pidana, maka secara otomatis pastor itu akan mundur sampai kesalahan atau ketidakbersalahannya dibuktikan.
"Uskup Agung telah dinyatakan bersalah atas kejahatan menutupi perilaku kriminal saat ia menjadi pastor di Keuskupan Maitland-Newcastle," ujar pernyataan NCP.
"Sementara Uskup Agung menjalankan hak konstitusionalnya untuk mengajukan banding atas kebersalahannya, jabatannya sebagai Uskup Agung Adelaide telah dikompromikan.
"Kesejahteraan umat Keuskupan Agung Adelaide harus didahulukan daripada keinginan seseorang untuk tetap menduduki suatu jabatan."
