Orang yang mengalami gangguan auto-imun yang menyebabkan kerontokan rambut secara tiba-tiba mungkin tidak harus menjadi botak untuk selamanya karena sebuah obat percobaan menunjukkan kesuksesan dalam menumbuhkan rambut itu kembali.
Sebuah penelitian yang dipimpin University of Melbourne menemukan penderita alopecia areata dapat diobati dengan dua obat baru yang dikenal sebagai inhibitor Janus kinase - JAK.

Autoimune desease - Alopecia Areata - (lybr+e)
Penelitian terkontrol plasebo secara acak pada pasien, berusia 18 hingga 75 tahun, mengevaluasi keampuhan dan keamanan obat untuk mengobati kondisi ini selama 24 minggu.
Profesor Dermatologi Rodney Sinclair mengatakan, obat-obatan itu memungkinkan penumbuhan kembali rambut.
"Ini adalah game changer," katanya.
"Kedua senyawa tersebut bekerja secara signifikan lebih baik daripada plasebo pada pasien dengan alopecia totalis dan alopecia universalis. Kedua inhibitor JAK itu aman dan ditoleransi dengan baik."
Tidak ada pengobatan yang efektif saat ini untuk kondisi yang mempengaruhi hingga 147 juta orang di seluruh dunia.
Hasil penelitian baru ini belum dipublikasikan atau ditinjau oleh rekan sejawat.
Profesor Sinclair mempresentasikan temuan pada Kongres European Academy of Dermatology and Venerology ke-27 di Paris pada hari Sabtu 15/09.
Klinik dan universitas di Australia, Kanada dan Amerika Serikat terlibat dalam uji coba itu dan tempat-tempat lain akan memulai uji coba merkea dalam enam hingga 12 bulan ke depan.
Sumber: AAP
