Proyek Light Rail Pemerintah NSW - Memalukan

Pemerintah NSW mendapat kecaman atas penanganan kontrak untuk proyek light rail di CBD Sydney.

Workmen walk past the George St Sydney CBD Light Rail Project construction site in Sydney, Friday, April 13, 2018.

Workmen walk past the George St Sydney CBD Light Rail Project construction site in Sydney, Friday, April 13, 2018. Source: AAP

Penyelidikan parlemen terhadap dampak light rail mengungkap serangkaian masalah yang terus melumpuhkan proyek senilai $ 2,1 miliar.

Penyelidikan itu mendengar bahwa penalti akibat penundaan dalam kontrak antara pembangun proyek Altrac dan pemerintah NSW, ditetapkan dengan batas waktu 15 hari saja.

Perwakilan Transport for NSW mengakui bahwa klausul ganti rugi dibatasi hanya 15 hari dan $ 7,5 juta untuk masing-masing dari 31 zona proyek.

Jumlah ganti rugi ini maksimum $ 232,5 juta yang akan dibayarkan sebagai kompensasi untuk pekerjaan yang terlambat - kurang dari setengah dari pembengkakan biaya $ 500 juta saat ini.

Secara terpisah konsorsium itu dapat meminta ganti rugi dari subkontraktornya, demikian menurut catatan pemerintah.

recovered_ae7cbffa2d9c78b88ae3ca5edc0d2c95.jpg

Kontrak yang tidak kompeten

Anggota Parlemen dari Partai Hijau David Shoebridge menamakan kontrak itu sebagai kontrak yang "gila dan tidak kompeten".

"Mereka menertawakan Anda, bukan? Dengan batas ganti rugi 15 hari, mereka pasti menertawakan Anda," katanya kepada sidang penyelidikan.

Penyelidikan juga mendengar kurangnya toilet protable di sepanjang rute proyek berarti banyak para pekerja menggunakan pintu masuk ke blok apartemen terdekat untuk pergi ke toilet.

Walikota Randwick City Lindsay Shurey mengatakan pekerja lain memasuki properti pribadi orang untuk mengakses air.

"Tidak cukup toilet portable, sehingga setiap pagi petugas Council kami pergi ke flat yang digunakan oleh para pekerja sebagai toilet, dan juga menggunakan lorong pintu masuk ke flat mereka sebagai toilet," kata Shurey.

"Aku tidak bisa tinggal di sana dan aku tahu ada di antara kalian yang akan mengalami kesulitan."

Ongkos yang membengkak dan Keterlambatan

Anggota komite Penyelidikan dan anggota parlemen Courtney Houssos mengatakan masalah ini menunjukkan bahwa proyek tersebut telah "salah urus sejak awal".

"Sebagian besar zona sudah tertunda selama ratusan hari, keputusan untuk menyediakan hanya 15 hari saja untuk penundaan saat membentuk kontrak itu adalah konyol," Ms Houssos kepada AAP.

 Auditor-Jenderal NSW Margaret Crawford muncul dihadapan penyelidikan dan mengatakan dua kelalaian yang dibuat oleh pemerintah saat dalam proses perencanaan telah meneybabkan pembengkakan ongkos senilai $ 500 juta.

"Itu adalah dua tahap yang sangat penting yang terlewatkan," kata Crawford.

Dua tahap tersebut adalah saat mengajukan business case dan saat tinjauan strategic assessment gateway review.

"Kesimpulan yang saya dapatkan adalah bahwa selama periode itu, Transport for NSW tidak secara efektif mengelola proses perencanaan dan pengadaan untuk memastikan bahwa NSW mendapatkan nilai uang untuk proyek tersebut."

Anggarana awal untuk Light Rail yang menghubungkan CBD ke pinggiran kota timur, adalah sebesar $ 1,6 miliar.

Namun serangkaian penundaan dan sengketa kontraktor telah menaikkan perkiraan harga menjadi $ 2,1 miliar.

Tuntutan Hukum

Gugatan serangkaian tindakan hukum telah melanda proyek kereta api ringan ini.

Acciona, Sub-kontraktor dari Spanyol sedang meminta dana tambahan $ 1,2 miliar dengan alasan mereka telah disesatkan atas kompleksitas proyek tersebut.

Kontraktor VAC Group yang berbasis di Queensland, pada bulan Mei tahun inji mengumumkan bahwa mereka mengklaim $ 4 juta plus kerusakan dari pemerintah karena dugaan perilaku menyesatkan dan menipu.

Class action

Lusinan bisnis dan tuan tanah akan mengajukan gugatan class action terhadap NSW Government atas proyek kereta ringan Sydney yang bermasalah itu

Transport for NSW akan dituduh melakukan proyek kereta ringan di Sydney CBD dengan cara yang menyebabkan kerugian dan kerusakan "substansial", kata Mitry Lawyers dalam sebuah pernyataannya.

Class action, yang diajukan atas nama 60 klien di Mahkamah Agung NSW akan mencari kompensasi dari pemerintah atas keputusan perencanaan yang "buruk".

Counilor dan pemilik kafe, Angela Vithoulkas, akhir pekan lalu, mengumumkan bahwa dia terpaksa menutup usahanya, Cafe Vivo, setelah 16 tahun berdagang.

"Jika kita tidak bisa mencapai sudut jalan yang seharusnya menjadi jalan tersibuk di CBD, bagaimana cara bisnis lain mengatasinya," kata pemilik kafe dan anggota dewan kota independen kepada wartawan.

Dia mengundang orang lain untuk bergabung dengannya dalam class action Mitry tersebut.

Cr Angela Vithoulkas, City of Sydney councillor and owner of VIVO Cafe.
Cr Angela Vithoulkas, City of Sydney councillor and owner of VIVO Cafe. Source: SBS

Meskipun proyek itu bermasalah, Premier NSW Gladys Berejiklian, awal bulan ini, berjanji untuk memastikan tanggal penyelesaian rel ringan setahun ke depan hingga 2019.

Ditanya apakah ia prihatin dengan penyelidikan Parlementerhadap proyek light rail itu, Premier Gladys Berejiklian menggambarkan light rail sebagai "proyek yang luar biasa".

"Saya tidak peduli sama sekali ... ini akan mengubah Sydney Greater untuk selamanya menjadi lebih baik dan saya tidak sabar untuk membukanya dan kami bekerja keras untuk memastikan hal itu terjadi," katanya kepada wartawan.


Share

4 min read

Published

Updated

By SBS News

Presented by Ricky Onggokusumo

Source: SBS



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now