Meski telah memberikan suara satu minggu sebelumnya melalui pos, Pika yang tinggal di Newcastle ikut hadir di TPS Town Hall pada hari Sabtu (13/4) lalu saat pencoblosan dilakukan.
Ia mengatakan senang bisa melihat orang Indonesia menggunakan hak mereka dan tidak golput.
Meski memberikan suara melalui pos, Pika mengatakan bahwa dirinya percaya suaranya akan tetap terhitung tanpa masalah.
"Saya mempercayai 100 persen.. jadi saya tidak ada keraguan atau takut," ujarnya.
Saat ditemui SBS Indonesian, Pika duduk bersebelahan dengan temannya asal Central Coast, Michelle Obeirne, yang juga sudah melakukan pemilihan dengan metode pos.
"Tadinya saya pikir mau dibawa itu suratnya langsung," kata Michelle. Informasi dari teman lah yang membatalkan niatnya itu.
Meski pemilihan melalui pos menyediakan amplop balasan, Michelle mengatakan ia memilih untuk menggunakan pos terlacak atau tracked mail, agar merasa aman dan mengetahui apakah surat suaranya telah sampai di alamat tujuan.
Michelle yang mengaku selama ini cuek dengan pemilu dan bahkan golput terutama juga karena tidak tinggal di Indonesia, kini bertekad untuk ikut memberikan suaranya karena perkembangan yang dilihatnya di tanah air.
"Dengan banyak kejadian yang macam-macam.. maaf, seperti seperti berita fitnah atau hoax atau apa itu akhirnya saya punya tekad di sini saya harus melakukan sesuatu, paling tidak satu suara membantu untuk.. Indonesia."
Michelle yang mengaku sangat cinta Indonesia ini ingin agar Indonesia lebih maju lagi dan bebas dari korupsi.
