Paus Fransiskus telah memimpin sebanyak 1,3 miliar umat Katolik di dunia dalam Natal, meminta mereka untuk tidak membiarkan kegagalan Gereja membuat mereka menjauh dari menerima kasih Allah.
Ia merayakan Misa Malam Natal yang khusyuk di Basilika Santo Petrus bagi ribuan orang sementara ratusan orang lainnya menyaksikan dari layar lebar di luar Basilika.
Seperti kebiasaan pada Malam Natal, Paus yang berusia 83 tahun itu menganyam khotbahnya seputar makna spiritual dan personal dari malam ketika Yesus dilahirkan di Betlehem.
"Natal mengingatkan kita bahwa Tuhan terus mencintai kita semua, bahkan yang terburuk dari kita," kata Paus, yang memimpin Natal ketujuh dalam masa kepausannya, dalam khotbahnya.
"Anda mungkin memiliki gagasan yang salah, Anda mungkin telah mengacaukan segalanya, tetapi Tuhan terus mencintaimu.
"Seberapa sering kita berpikir bahwa Tuhan itu baik jika kita baik dan menghukum kita jika kita jahat. Namun bukan itu yang terjadi."
Tanpa menyebutkannya secara khusus, Paus juga merujuk pada masalah Gereja baru-baru ini, termasuk upaya Gereja untuk mengatasi skandal pelecehan seksual yang terus-menerus di seluruh dunia dan penyimpangan keuangan yang terjadi di Vatikan.
"Marilah kita merenungkan Anak itu dan membiarkan diri kita dirangkul dalam kasihnya yang lembut. Maka kita tidak punya alasan lagi untuk tidak membiarkan diri kita dicintai olehnya," ujarnya.
"Apa pun yang salah dalam hidup kita, apa pun yang tidak berhasil dalam Gereja, masalah apa pun yang ada di dunia, tidak akan lagi menjadi alasan. Itu semua akan menjadi sekunder, karena dihadapkan dengan cinta Yesus yang luar biasa, cinta yang lemah lembut dan dekat, kita tidak punya alasan."
Dalam upaya terbarunya untuk menghadapi skandal pelecehan seksual, pekan lalu Paus Fransiskus mengumumkan perubahan besar dalam cara Gereja menanganinya, dengan menghapuskan aturan "kerahasiaan kepausan" yang sebelumnya menutupi skandal ini.
Para advokat untuk para korban skandal yang telah mengguncang Gereja selama hampir dua dekade memuji langkah itu.
Pada hari Rabu, Paus akan menyampaikan pesan dan berkat "Urbi et Orbi"-nya (bagi kota dan dunia) dari balkon tengah Basilika Santo Petrus kepada ribuan orang di alun-alun di bawahnya.
Berbeda dengan pada Malam Natal, pesan pada hari Natal biasanya lebih tentang pentingnya pesan Natal di tengah-tengah perang dan konflik dalam masyarakat kontemporer.
