Menurut data Sensus 2016, keaneka-ragaman di dalam masyakat Australia berkembang,.
Hubungan Australia yang semakin dekat dengan tetangga internasionalnya terlihat jelas dari 68,9 juta keping data yang diterbitkan oleh ABS untuk Sensus 2016 pada hari Selasa pagi 27 Juni 2017.
Wawasan sekilas tentang keragaman ini adalah sekilas pertama dari kumpulan informasi yang dirilis.
Lebih dari satu juta lebih migran
Sebanyak 1,3 juta migran baru telah pindah ke Australia sejak 2011.
India dengan 163.000 dan China dengan 191.000 adalah sumber terbesar.
Setelah mengurangi jumlah orang yang telah meninggalkan Australia dalam lima tahun terakhir, jumlah total orang yang menetap di Australia yang dilahirkan di luar negeri meningkat 870.000 antara tahun 2011 dan 2016. Itu adalah peningkatan dari 24,6% menjadi 26,3% – atau lebih dari seperempat jumlah warga Australia.
Dilihat dari persentase populasi, Australia memiliki kelompok migran kesembilan terbesar di dunia, di depan Spanyol, Italia, Selandia Baru dan Kanada sesuai dengan perbandingan data PBB dari tahun 2015.
AS memiliki jumlah terbesar - 47 juta - pada 14%, namun persentasenya hanya sedikit di atas separuh jumlah persentase Australia.
Tidak mengherankan bahwa ibukota ibukota tumbuh dua kali lebih cepat dari tempat-tempat lain di negara ini, dan 86 persen migran yang tiba dalam 25 tahun terakhir ini menetap di ibukota-ibukota itu..
Agama-agama besar menurun.
Pergeseran respon "tidak beragama" ke bagian atas daftar tanggapan pada formulir Sensus adalah alasan utama terjadinya perubahan di keagamaan Australia, dari 22% populasi pada tahun 2011 menjadi 30% pada tahun 2016.
Persentase warga penganut Kristen benar-benar turun lebih banyak – dari 61% mernjadi 52% dalam jangka waktu yang sama.
Kelompok umat Katolik menurun dari 25% menjadi 23%, Anglikan dari 17% menjadi 13% dan semua denominasi Kristen kecil juga mencatat pengurangan.
Sebaliknya jumlah penganut agama non-Kristen bertambah banyak, dari 7% menjadi 8% karena terjadi peningkatan kecil dalam jumlah penganut agama Islam, Hinduisme dan Sikhisme.

Negara Asia-Australia muda
Jika migrasi ke Australia pada abad ke-20 disebabkan oleh gerakan pasca perang dari warga Italia dan Yunani, Sensus 2016 memperjelas bahwa era baru telah tiba.
Usia rata-rata penduduk Australia yang lahir di Eropa adalah 59 tahun, sedangkan untuk yang lahir di Asia 35 tahun.
Inggris tetap merupakan negara kelahiran yang paling umum di luar Australia. Dalam 10 tahun terakhir jumlah kedatangan dari Inggris tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan jumlah kedatangan dari India dan China.
50 tahun yang lalu, jumlah penduduk yang dilahirkan di China dan India kurang dari 2% jumlah penduduk Australia dan dalam sensus 2016 jumlah mereka mencapai 16%.
Sementara itu 38% jumlah siswa di universitas atau di institusi pendidikan tinggi lainnya dilahirkan di luar negeri.
Penggunaan Bahasa Inggris di rumah menurun.
Jumlah orang yang berbicara bahasa Inggris di rumah mencapai 17 juta untuk pertama kalinya, meningkat lebih dari 500 ribu dibandingkan pada tahun 2011.
Namun perentase kelompok ini justru turun dari 77% di tahun 2011 menjadi 73% pada tahun 2016.
Bahasa Mandarin telah mengkonsolidasikan posisinya sebagai bahasa kedua yang paling sering digunakan di Australia setelah bahasa Inggris, dan bahasa Kanton telah menggeser bahasa Italia yang pada tahun 2011 merupakan bahasa ketiga yang paling umum kini turun ke posisi kelima.

Pribumi Berkembang
Proporsi warga yang memiliki keturunan Aborigin dan / atau Torres Strait Islander meningkat menjadi 649 ribu dari 550 ribu di tahun 2011.
Angka itu hampir dua kali lipat sejak 1996.
Sebagian besar pertumbuhannya terjadi di New South Wales dan Queensland, yang keduanya mencatat peningkatan populasi Penduduk Asli lebih dari 20 persen sejak tahun 2011.
