Kim Jong Un menyambut tamunya di bandara internasional Pyongyang - di mana dia mengawasi peluncuran rudal tahun lalu ketika ketegangan meningkat - kedua pria itu berangkulan setelah Presiden Moon turun dari tangga pesawatnya.
Didampingi oleh istri-istri mereka, mereka berbasa-basi selama beberapa menit menjelang upacara penyambutan militer dimana ratusan orang berbaris di jalan bersorak-sorai, melambai-lambaikan bendera Korea Utara dan unifikasi yang menunjukkan semenanjung Korean yang tak terbagi.
South Korean president Moon Jae-in and North Korean leader Kim Jong-un. AAP
Lambang Korea Selatan hanya terlihat di pesawat Boeing 747 milik Moon.
"Mari kita membuka era perdamaian dan kemakmuran dengan solidaritas satu orang," teretulis pada papan yang ditampilkan di luar terminal.
Korea Utara yang bersenjata nuklir menginvasi tetangganya pada 1950, memulai Perang Korea, meskipun sekarang secara teratur menekankan pentingnya bersatu kembali dengan Selatan yang sekarang jauh lebih kaya.
Presiden Moon - yang orang tuanya sendiri melarikan diri dari Korea Utara selama konflik tiga tahun - sedang dalam perjalanan tiga hari, mengikuti jejak pendahulunya Kim Dae-jung pada tahun 2000 dan mentor Roh Moo-hyun pada tahun 2007.
North Korean leader Kim Jong-un welcomed Moon Jae-in at Pyongyang airport. Reuters
The North's Korean Central News Agency (KCNA) mengatakan KTT itu "akan menawarkan peluang penting dalam mempercepat pengembangan hubungan antar-Korea yang membuat sejarah baru."
Kunjungan pertama oleh pemimpin Korea Selatan ke Pyongyang dalam satu dekade itu juga merupakan pertemuan ketiga tahun ini setelah dua pertemuan sebelumnya pada bulan April dan Mei di Zona Demiliterisasi yang memisahkan semenanjung.
Presiden Moon telah berperan dalam menengahi pencairan diplomatik yang menghasilkan pertemuan bersejarah antara Kim dan Presiden AS Donald Trump di Singapura pada Juni, di mana Kim mendukung denuklirisasi di semenanjung Korea.
Tetapi tidak ada rincian yang disepakati dan Washington dan Pyongyang telah berdebat tentnag artinya dan bagaimana hal itu akan tercapai.
AS mendesak untuk "denuklirisasi Utara" final dan sepenuhnya diverifikasi, sementara Pyongyang menginginkan sebuah deklarasi resmi bahwa Perang Korea 1950-53 telah berakhir dan telah mengutuk tuntutan "gangster-like" untuk menyerahkan senjata secara unilateral.
Only 'rosy headlines?'
Presiden Korea Selatan akan mengadakan sedikitnya dua pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, dimana ia akan mencoba untuk meyakinkan Pyongyang untuk mengambil langkah-langkah substantif terhadap perlucutan senjata.
"Jika kunjungan ini entah bagaimana mengarah pada dimulainya kembali pembicaraan AS-Korea Utara, itu akan cukup signifikan," katanya seperti yang dikutip sebelum keberangkatan.
Namun para analis memiliki harapan yang kecil.
Pertemuan itu "mungkin akan menghasilkan berita besar tetapi sedikit mempercepat upaya denuklirisasi Korea Utara", Eurasia Group mengatakan dalam sebuah catatan.
Presiden Kim akan mendorong peningkatan kerja sama Utara-Selatan "terutama di daerah-daerah yang menjanjikan manfaat ekonomi bagi Korea Utara", tambahnya.
"Progresif dalam dan di luar pemerintahan Presiden Moon akan memiliki insentif yang kuat untuk menggelembungkan prestasi KTT, yang pada mulanya mengaburkan kemungkinan akan kurangnya pencapaian utama."
Moon didampingi para taipan bisnis termasuk pewaris Samsung Lee Jae-yong dan wakil ketua Hyundai Motor, dan dijadwalkan akan mengunjungi daerah-daerah penting di Pyongyang bersama delegasinya.
Moon - yang peringkat jajak pendapatnya telah jatuh disebabkan oleh penurunan ekonomi di Selatan - telah mendorong kerjasama antar-Korea tetapi media Korea Selatan telah menganjurkan untuk berhati-hati, menyerukan skema tersebut menunggu sampai tercapainya kemajuan substansial menuju denuklirisasi.
Kantor presiden mengatakan diikutsertakannya para pengusaha itu "tidak istimewa," mengingat kepala konglomerat besar telah berada di Pyongyang untuk pertemuan antar-Korea sebelumnya di kota itu.
"Cukup banyak orang sekarang sudah muak dengan kejadian-kejadian mengejutkan di antara para pemimpin," kata surat kabar Chosun Ilbo yang konservatif dalam sebuah editorial, Selasa 18 Sep.
"Presiden Moon harus menuju ke Pyongyang dengan tekad bahwa agenda pertama, kedua, ketiga dari KTT ini adalah denuklirisasi."
Isu-isu lain dalam agenda Moon termasuk meningkatkan hubungan antar-Korea dan mengurangi ketegangan militer di semenanjung.
Seoul mengatakan bahwa bisa meletakkan dasar untuk sebuah deklarasi formal tentang Perang Korea, ketika permusuhan berakhir dengan gencatan senjata daripada perjanjian damai - menyiratkan bahwa pengumuman semacam itu tidak mungkin terjadi selama perjalanannya itu.
Source: AFP - SBS
