Perselisihan tentang Upah Penalti Hari Libur Nasional Mulai Dirasakan

Para pekerja akan kehilangan jutaan dolar selama hari libur Paskah dan Anzac karena adanya pemotongan upah penalti, menurut sebuah laporan baru.

The pandemic and lockdowns led to a shortage of hospitality workers.

The pandemic and lockdowns led to a shortage of staff in the hospitality sector. Source: Getty Images

Para pekerja di Australia dapat dibayar hingga 80 juta dolar lebih sedikit selama liburan publik Paskah dan Anzac dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena berkurangnya angka penalti, ungkap sebuah lembaga think-tank yang berhaluan kiri.

Lebih dari setengah juta pekerja di sektor perhotelan dan ritel akan terpengaruh selama periode liburan tahun ini, menurut laporan dari Institut Australia, Centre for Future Work.

"Kompensasi untuk bekerja selama periode ini berkurang secara signifikan sebagai akibat dari penurunan berkelanjutan untuk tingkat penalti hari Minggu dan hari libur publik bagi industri ritel, akomodasi, serta makanan dan minuman," tulis ekonom Jim Stanford dalam laporan tersebut.

Upah hari libur umum bagi pekerja di sektor ritel, perhotelan dan farmasi dipotong oleh Komisi Kerja Adil dari 250 persen menjadi 225 persen untuk pekerja penuh waktu, dan dari 275 persen menjadi 250 persen untuk pekerja lepas.

"Kebijakan ini menimbulkan kerugian pendapatan yang cukup besar pada sekelompok pekerja yang sudah rentan akan pendapatan yang rendah dan tidak pasti," kata Dr Stanford.

Dia mengatakan upah akan menjadi sekitar 80 juta dolar lebih rendah bagi karyawan di sektor-sektor tersebut dalam periode 10 hari yang dimulai pada Jumat Agung, yang juga termasuk Minggu Paskah, Senin Paskah dan Hari Anzac.

Tetapi Kamar Dagang dan Industri Australia (ACCI) sebelumnya mengatakan pengurangan tingkat penalti akan memungkinkan pengusaha menawarkan jam buka yang lebih lama dan lebih banyak shift hari Minggu untuk para pegawainya.

ACCI memperkirakan keputusan Komisi akan mempengaruhi sekitar 220.000 pekerja di bidang ritel, farmasi, perhotelan dan makanan cepat saji.

"Kita berbicara tentang perubahan terbatas - misalnya, dari dua kali lipat menjadi satu tiga perempat untuk pekerjaan hari Minggu," ungkap kepala eksekutif ACCI James Pearson pada tahun 2017, setelah keputusan pengadilan federal mendukung pemotongan tersebut.


Share

2 min read

Published

Source: SBS News



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now