Kita sering mendengar tentang manfaat membaca buku cerita sebelum tidur untuk membantu memperbanyak kosakata, pengenalan huruf dan kata, serta hubungan yang dekat dengan anak Anda.
Tetapi para ahli itu belum pernah berada di rumah Anda, dimana anak Anda meminta buku yang sama untuk dibaca setiap malam, bahkan terkadang beberapa kali dalam semalam. Anda berdua hafal luar kepala semua kata dalam buku itu.
Mengingat aktivitas yang terjadi tepat sebelum tidur secara khusus akan lebih mudah diingat oleh anak kecil, Anda mungkin bertanya-tanya apakah semua pengulangan ini ada gunanya.
Jawabannya, iya. Anak Anda menunjukkan bahwa tidak hanya mereka menikmati cerita itu, tetapi juga bahwa mereka masih belajar dari gambar, kata-kata, dan interaksi yang Anda miliki ketika Anda membaca buku ini bersama.
Anak menginginkan pengulangan
Lebih memilih 'kebiasaan' daripada hal 'baru' umumnya dilaporkan dijumpai pada anak kecil, dan mencerminkan tahap awal dalam proses pembelajaran. Misalnya, bayi lebih menyukai wajah yang memiliki jenis kelamin dan etnis yang sama dengan pengasuh mereka.
Dengan bertambahnya usia dan pengalaman, minat anak beralih ke pencarian baru. Pada usia empat hingga lima bulan, wajah baru akan lebih menarik daripada tipe wajah pengasuh yang kini telah sangat dikenal oleh si anak.
Jadi setelah bayi menyandi informasi yang cukup tentang sebuah gambar, mereka siap untuk beralih ke pengalaman baru.

Bagaimana anak belajar dari pengulangan?
Dibacakan cerita yang sama empat kali meningkatkan akurasi anak usia 1,5 dan 2 tahun dalam mereproduksi tindakan yang diperlukan untuk bisa membuat mainan berbunyi, dibandingkan dengan hanya dua kali baca. daripada dua kali meningkatkan akurasi 1,5 dan 2 tahun dalam mereproduksi tindakan yang diperlukan untuk membuat mainan mainan. Demikian pula, penggandaan paparan terhadap demonstrasi video pada anak usia 12 hingga 21 bulan meningkatkan daya ingat mereka terhadap tindakan yang disasar.
Pembacaan berulang dari buku cerita yang sama juga membantu anak-anak belajar kata-kata baru, khususnya untuk anak-anak berusia tiga sampai lima tahun.
Pengulangan membantu proses mempelajari informasi yang kompleks dengan meningkatkan peluang bagi informasi untuk dikodekan, memungkinkan anak Anda untuk fokus pada berbagai elemen pengalaman, dan memberikan kesempatan untuk bertanya dan menghubungkan konsep melalui diskusi.
Anda mungkin tidak menganggap buku cerita sebagai sesuatu yang rumit, tetapi buku ini berisi 50 persen lebih banyak kata 'langka' daripada siaran televisi prime-time dan bahkan isi percakapan mahasiswa. Kapan terakhir kali Anda menggunakan kata 'jerapah' dalam percakapan dengan kolega Anda? Mempelajari semua informasi ini membutuhkan waktu.
Bagaimana orangtua dapat mendukung proses belajar repetitif
Jika buku yang 'itu-itu saja' kembali diminta oleh anak Anda, jangan sia-siakan saat tersebut untuk membantu proses belajarnya.
Satu hari, perhatikan lebih dekat pada gambar. Hari berikutnya fokus pada teks atau minta anak Anda mengisi kata-kata. Hubungkan cerita ini dengan peristiwa nyata di dunia anak Anda. Percakapan dengan konteks yang lebih luas ini lebih menantang dan semakin meningkatkan keterampilan kognitif anak-anak.
Anda juga dapat membangun minat mereka dengan menawarkan buku dari penulis yang sama atau sekitar topik yang serupa. Tawarkan berbagai macam buku, termasuk buku-buku informasi yang memberikan lebih banyak wawasan ke dalam topik tertentu tetapi menggunakan struktur cerita yang sangat berbeda dan kata-kata yang lebih kompleks.
Selengkapnya baca di sini.
