SKIP TO MAIN CONTENT

Twitter, Facebook menangguhkan akun yang terkait dengan Propaganda TNI dan kampanye Papua

Setelah investigasi Reuters, lebih dari 80 akun Twitter dan Facebook yang menghubungkan mereka dengan propaganda pro-pemerintah di Papua dan didukung oleh tentara Indonesia, telah ditangguhkan.

Banks can check loan applicant's social media account.
Banks can check loan applicant's social media account. Source: Reuters

2 min read

Published

Updated

By SBS Indonesian

Source: Reuters, ABC Australia, SBS



Skip to article content

Beberapa akun ini menggunakan foto profil atau animasi yang berpura-pura sebagai orang Papua atau aktivis "Papua Merdeka".

Dan kisah-kisah ini memuji pendekatan TNI untuk mengatasi masalah separatisme dan juga mengkritik pendukung Referendum Papua.

Twitter telah menutup sekitar 60 akun menggunakan ID palsu yang ditemukan oleh Reuters namun juru bicara Twitter menolak untuk menjelaskan alasan penutupan.

Sementara itu, Facebook mengatakan telah menutup "sejumlah akun" yang ditandai oleh Reuters.

Alasan penutupan itu karena melanggar standar komunitas Facebook.

Sebelumnya, Benjamin Strick, seorang penyelidik Sumber Terbuka, telah berbicara dengan ABC dan mengklaim bahwa ia telah menyelidiki semua unggahan di Twitter dengan tag #WestPapua dan #FreeWestPapua, antara 29 Agustus hingga 2 September tahun lalu dan menemukan sebuah akun bot jaringan yang secara otomatis menyebarkan konten mendukung pemerintah Indonesia melalui jejaring sosial.

"Setelah diselidiki, mereka semua adalah bot yang mempromosikan kegiatan pemerintah Indonesia di Papua Barat." kata Benjamin kepada ABC.

Sebanyak 10 situs dalam jaringan tampaknya merupakan outlet berita independen tetapi catatan registrasi dan wawancara Reuters dengan editor situs web dan seorang perwira intelijen pasukan khusus menunjukkan bahwa mereka didanai dan dikoordinasikan oleh seorang kopral tentara Indonesia.

Bulan Oktober tahun lalu, Facebook juga menutup akun palsu yang memposting konten tentang Gerakan Papua Merdeka.

Militer Indonesia belum menanggapi permintaan komentar.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.

Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami.


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now