Mohammad Kamer Nilar Nizamdeen, pria Sri Lanka yang dipekerjakan oleh Universitas New South Wales telah didakwa karena memiliki sebuah dokumen dalam Notebook nya yang menurut tuduhan polisi berisi rencana serangan terorisme.
Pria 25 tahun itu ditangkap oleh anggota Tim Gabungan Anti Terorisme NSW di Universitas NSW di Kensington pada Kamis sore. Satuan Gabungan Anti Terorisme terdiri atas petugas AFP, Kepolisian NSW, Australian Security Intelligence Organisation, dan Komisi Kejahatan NSW.Polisi menemukan sebuah buku catatan yang menyebutkan sejumlah lokasi dan individu yang merupakan "target potensial".
"Mereka adalah lokasi simbolis di Sydney," Detective Superintendent Michael McTiernan mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat.
"Psikolog dan peneliti kami sedang mempelajari dokumen itu untuk mencoba menafsirkan niat dan kemampuan, tetapi itu pada dasarnya adalah pelanggaran yang akan dihadapkan ke pengadilan."
Notebook yang memicu penyelidikan itu diserahkan ke polisi kemarin.
Polisi menuduh Nizamdeen bertindak sendiri, namun tidak dituntut sebagai anggota organisasi teroris, meski disebut berafiliasi dengan ISIS. Pria itu, berada di Australia dengan visa pelajar, kata Det Supt McTiernan.
Dia dipekerjakan sebagai kontraktor di Universitas NSW dan diduga melakukan perjalanan kembali ke Sri Lanka dan "daerah lain".
Pria itu tidak diketahui polisi dan tidak memiliki sejarah kriminal di Australia, kata polisi.
Pihak berwenang bersikeras tidak ada ancaman yang sedang berlangsung kepada masyarakat setelah penangkapan.
Pria itu ditolak jaminan untuk muncul di Pengadilan Lokal Waverley pada hari Jumat.
