Angkatan Laut AS telah menghancurkan pesawat tanpa awak Iran di Selat Hormuz setelah pesawat mengancam sebuah kapal, kata Presiden Donald Trump.
Trump mengatakan dalam sebuah acara di Gedung Putih bahwa pesawat tak berawak itu terbang sejauh 915 meter dari USS Boxer.
"Ini adalah yang terbaru dari banyak tindakan provokatif dan bermusuhan oleh Iran terhadap kapal yang beroperasi di perairan internasional itu," kata Trump pada hari Kamis.
"Amerika Serikat berhak untuk membela personel, fasilitas, dan kepentingan kami.
"The drone was immediately destroyed." Trump gave no more details.
Pentagon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa USS Boxer, sebuah kapal serbu amfibi, telah mengambil "tindakan defensif" terhadap sebuah pesawat tak berawak, tetapi tidak menyebutkan apakah pesawat itu milik Iran.
Dikatakan, insiden itu terjadi pada pukul 10 pagi waktu setempat pada Kamis di perairan internasional, sementara Boxer transit di jalur air untuk memasuki Teluk Persia.
"Pesawat udara tak berawak bersayap tetap itu mendekati USS Boxer dan mendekati jarak yang mengancam," kata kepala juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, dalam sebuah pernyataan tertulis.
"Kapal USS Boxer mengambil tindakan defensif terhadap UAS untuk memastikan keamanan kapal dan awaknya."
The amphibious assault ship USS Boxer. President Donald Trump says the USS Boxer destroyed an Iranian drone in the Strait of Hormuz. US Navy
Iran Menepis Kehilangan Dron-nya di Selat Hormuz
Sementara itu Iran telah membantah bahwa kapal perang A.S. di Selat Hormuz menembak jatuh salah satu drone-nya.
Pihak berwenang Iran mengatakan bahwa kapal Amerika itu mungkin bahkan telah menjatuihkan salah satu drone militer AS sendiri.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi men-twit pada hari Jumat sebagai reaksi terhadap penghancuran tertuduh drone yang diumumkan Kamis oleh Presiden Trump dan dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS,
"Kami tidak kehilangan pesawat tanpa awak di Selat Hormuz atau di tempat lain."
"Saya khawatir USS Boxer telah menembak UAS mereka sendiri secara tidak sengaja!" tambah Araghchi, menggunakan akronim untuk sistem udara tak berawak.

Ketegangan di wilayah Teluk meningkat tinggi, dengan kekhawatiran bahwa AS dan Iran dapat tersandung ke dalam perang.
AS menyalahkan Iran atas serangkaian serangan sejak pertengahan Mei atas pengiriman di sekitar Selat Hormuz, arteri minyak paling penting di dunia.
Teheran menolak tuduhan itu.
Sebelumnya pada hari Kamis, AS menuntut Iran segera merilis kapal yang disita di Teluk.
Seorang komandan militer AS di wilayah itu mengatakan Amerika Serikat akan bekerja "secara agresif" untuk memastikan jalan bebas kapal melalui jalur air yang vital.
