Dengan puluhan kebakaran hutan terus membakar di seluruh wilayah NSW, kabut asap diperkirakan akan menjadi pemandangan biasa pada musim panas ini.
Asap telah memenuhi udara kota Sydney untuk waktu yang lama dan Biro Meteorologi tidak memperkirakan langit akan kembali cerah dalam beberapa hari ke depan.
Selain mengaburkan pandangan, asap ini mengandung partikulat PM2.5 berbahaya yang cukup kecil untuk dapat terhirup masuk ke paru-paru Anda dan diserap dalam aliran darah.

Menghirup udara Sydney saat ini telah dibandingkan dengan merokok setara dengan 30 batang sehari, tetapi para ahli kesehatan mengatakan hal ini tidaklah sesederhana itu.
"Hal ini, seperti yang mereka katakan, menjadi hal yang perlu diperhatikan, bukan peringatan bahaya," ungkap dokter pernafasan Profesor Guy Marks dari Woolcock Institute of Medical Research, kepada SBS News.
"Faktanya adalah bahwa asap dari tembakau mengandung beberapa racun tertentu yang memiliki dampak kesehatan tertentu yang tidak terkandung dalam asap dari pembakaran biomassa atau kayu, jadi saya sedikit berhati-hati tentang perbandingan itu.
Tetapi kontak yang terlalu lama dapat menyebabkan masalah pernapasan dan iritasi mata, terutama bagi penderita asma dan penyakit paru-paru.
Jadi apa yang dapat Anda dilakukan untuk melindungi diri?
Berada di dalam ruangan dengan jendela dan pintu tertutup adalah cara terbaik untuk membatasi jumlah asap yang Anda hirup. Menggunakan pembersih udara di rumah yang tertutup dengan baik akan membantu menyaring setiap partikel yang terselubung.
Seperti menjadi pertapa dan tinggal di dalam ruangan sepanjang musim panas, para pakar kesehatan menyarankan untuk mengambil pendekatan yang masuk akal ketika pergi ke luar.
"Ini bukanlah waktu untuk berlari maraton, atau setengah maraton, atau melakukan latihan yang intens di luar ruangan," kata Profesor Marks.
Beberapa Sydney-siders telah mengenakan masker atau penutup wajah untuk membantu mengatasi asap, tetapi manfaatnya dipertanyakan.
Profesor Marks mengatakan tergantung masker mana yang Anda gunakan, menambahkan bahwa masker bedah "sama sekali tidak berguna".
"Jenis masker bedah sederhana yang sering Anda lihat dipakai orang-orang, yang tidak terlalu ketat, yang terutama dirancang untuk mencegah orang menginfeksi orang lain, tidaklah ada gunanya dan pada kenyataannya dapat memperburuk situasi."
Tapi masker P2, juga dikenal sebagai masker N95, dapat mengurangi paparan secara signifikan, menyaring sekitar 95 persen kandungan yang berbahaya.
Meski demikian bagi kebanyakan orang, Associate Professor Lou Irving, seorang dokter pernapasan di Royal Melbourne Hospital dan Peter MacCallum Cancer Centre, mengatakan hal ini tidaklah perlu.
"Bagi kebanyakan orang, jika mereka tidak memiliki penyakit paru-paru kronis, asap pembakaran kayu yang melekat di Sydney tidak akan membahayakan," katanya.
"Tetapi akan ada hari-hari dimana polusi sangat tinggi karena asap kebakaran kayu dan orang-orang yang lebih rentan, seperti penderita asma dan orang-orang dengan COPD (chronic obstructive pulmonary disease) akan berisiko dan mengambil tindakan pencegahan seperti mengenakan masker yang baik (dapat membantu), tetapi tindakan pencegahan yang lebih baik adalah tetap tinggal di dalam rumah."
Polusi lalu lintas lebih mengkhawatirkan
Meski kabut asap semak-semak mungkin lebih terlihat dan tidak menyenangkan, para pakar kesehatan mengatakan kita harus lebih khawatir tentang asap lalu lintas yang tak terlihat yang dihirup warga dan pekerja di kota setiap harinya.
"Dalam masyarakat kita, kemungkinan besar paparan kronis PM2.5 adalah melalui polusi lalu lintas, polusi diesel," kata Associate Professor Irving.
"Beberapa kandungan dalam polusi diesel jauh lebih berbahaya daripada apa yang ada dalam asap kebakaran hutan."
"Meskipun Australia secara umum memiliki kualitas udara yang baik, kita sebenarnya memiliki pendekatan yang sangat buruk terhadap polusi diesel dibandingkan dengan Eropa dan dibandingkan dengan Amerika."
Diesel mengandung karsinogen yang diketahui menyebabkan kanker paru-paru dan standar bahan bakar Australia tidak seketat yang ada di Amerika dan Eropa.
Pada tahun 2015, Australian Institute of Health and Welfare mendapati bahwa polusi udara menyebabkan 3.000 kematian prematur di Australia setiap tahunnya.
Profesor Marks setuju Australia harus terus berusaha mengurangi polusi udara.
"Setiap kenaikan berapapun berbahaya, penurunan berapapun bermanfaat," ujarnya.
