Siapa yang harus menanggung biaya pengembalian uang Uber Eats?

Sebuah investigasi oleh agen perlindungan konsumen terkemuka Australia telah mendorong Uber Eats untuk mengubah kontraknya, yang saat ini meminta pertanggungjawaban restoran atas pengiriman yang tidak berhasil yang bukan karena kesalahan mereka.

Uber Eats

Uber Eats Source: Uber Eats

Pengembalian uang untuk pengiriman makanan Uber Eats yang tidak berhasil ditanggung oleh restoran, meskipun mereka tidak memiliki kendali setelah makanan mereka dijemput dari tempat mereka.

Sejak 2016, ketentuan kontrak Uber Eats telah memberi pelanggan hak untuk meminta pengembalian uang dari restoran terlepas dari apakah mereka bertanggung jawab atas masalah ini.

Sekarang, hal itu akan berubah.

Investigasi oleh Australian Competition and Consumer Commission telah melihat "ketentuan yang tidak adil" dari kontrak platform pengiriman makanan Uber Eats.

"Mereka membuat restoran bertanggung jawab dan  bertanggung jawab secara finansial atas elemen-elemen di luar kendali mereka", kata ketua ACCC, Rod Sims.

"Mereka tampaknya menyebabkan ketidakseimbangan yang signifikan antara restoran dan Uber Eats; ketentuan itu tidak adil melindungi Uber Eats dan dapat menyebabkan kerugian pada restoran".

Membetulkan Kesalahan Mereka

Setelah investigasi ACCC, Uber Eats telah berkomitmen untuk mengubah ketentuan yang dianggap tidak adil itu.

Restoran hanya akan bertanggung jawab atas hal-hal yang ada dalam kendali mereka, seperti makanan yang salah dan pesanan yang hilang.

Mereka juga akan memiliki kesempatan untuk mempersengketakan pengembalian uang, yang akan ditinjau oleh platform pengiriman.

"Kami akan terus memantau perilaku Uber Eats untuk memastikan restoran tidak harus bertanggung jawab secara tidak adil atas hal-hal di luar kendali mereka dan Uber Eats tidak meminta pertanggungjawaban orang lain atas bagian dari layanan yang dikontrolnya," kata Sims.

Terlambat Bagi beberapa Pihak

Ini bukanlah untuk yang pertama kalinya layanan pengiriman seperti Uber Eats dan Menulog dituduh telah mengeksploitasi bisnis kecil dan driver pengiriman.

Agustus tahun lalu, The Feed melaporkan bahwa semakin banyak kafe dan restoran Australia memilih untuk memboikot layanan pengiriman makanan.

Pemilik Burger By Josh, Josh Arthurs, menganggap aplikasi pengiriman makanan merusak industri keramahtamahan dan ia   menarik restorannya keluar dari layanan mereka karena persentase keuntungan yang mereka ambil tidak proporsional.

"35 persen dari apa yang Anda ambil adalah untuk keuntungan Anda, tetapi mereka mengambil semua itu untuk pengiriman, jadi Anda tidak menerima apa-apa," kata Arthurs.

Seperti banyak pemilik restoran lainnya, Arthur muak dan lelah menanggung biaya pengiriman makanan yang sering berubah menjadi dingin, menjadi rusak dan kadang hilang setelah meninggalkan restorannya.

Uber Eats akan meluncurkan perubahan pada kontrak mereka yang akan diselesaikan pada bulan Desember tahun ini.

The Feed menghubungi Uber Eats untuk mendapat komentar dan tidak menerima balasan pada saat publikasi ini.


Share

2 min read

Published

By SBS News

Source: SBS



Share this with family and friends


Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now