Tim peneliti mancanegara Dr Simon Robson dari Universitas Sydney dan koleganya Glen Chilton dari Saint Mary's University di Kanada bersama seorang fotografer asal AS dan seorang entomolog telah berhasil menemukan kembali lebah terbesar di dunia setelah hilang hampir 40 tahun.
Lebah yang diberi nama Wallace (Megachile pluto) dengan bentangan sayap sepanjang enam sentimeter tersebut ditemukan di Kepulauan Maluku. Pertama kali ditemukan oleh Alfred Russel Wallace pada 1859, dan yang kedua pada tahun 1981.
Namun sejak itu, Megachille pluto dianggap sudah punah.
Share
